IHSG diproyeksi masih dalam tren pelemahan
Kamis, 05 September 2013 - 08:22 WIB
IHSG diproyeksi masih dalam tren pelemahan
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya tak kuat menahan terjangan tren pelemahan di tengah positifnya pergerakan indeks di sejumlah bursa regional.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan pada perdagangan hari ini IHSG akan berada pada support 4.050-4.089 dan resistance 4.163-4.184.
"IHSG kembali masuk di kisaran target support kami (4.075-4.148), sehingga membuka peluang pelemahan lanjutan. Diharapkan sentimen negatif yang ada dapat berkurang, sehingga tidak berimbas buruk pada IHSG," kata Reza.
Menengok perdagangan kemarin, hanya karena imbas sentimen adanya rencana pemerintah AS untuk melakukan invasi ke Suriah membuat bursa saham regional mengalami pelemahan dan imbasnya cukup terasa bagi IHSG.
Akan tetapi, jika dilihat pelemahan yang terjadi pada bursa saham regional sebenarnya tidak terlalu parah. "Artinya pelaku pasar di pasar saham regional tidak terlalu berlebihan dalam menanggapi ancaman invasi AS tersebut," kata Reza.
Bahkan beberapa berita positif dari emiten cukup membuat beberapa indeks saham regional justru bergerak menguat. Berbeda halnya dengan IHSG dimana kenaikan sebelumnya langsung dimanfaatkan untuk ambil untung, sehingga menempatkan IHSG pada indeks saham regional dengan pelemahan terdalam.
"Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.144,63 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.069,70 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.073,46," papar dia.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan pada perdagangan hari ini IHSG akan berada pada support 4.050-4.089 dan resistance 4.163-4.184.
"IHSG kembali masuk di kisaran target support kami (4.075-4.148), sehingga membuka peluang pelemahan lanjutan. Diharapkan sentimen negatif yang ada dapat berkurang, sehingga tidak berimbas buruk pada IHSG," kata Reza.
Menengok perdagangan kemarin, hanya karena imbas sentimen adanya rencana pemerintah AS untuk melakukan invasi ke Suriah membuat bursa saham regional mengalami pelemahan dan imbasnya cukup terasa bagi IHSG.
Akan tetapi, jika dilihat pelemahan yang terjadi pada bursa saham regional sebenarnya tidak terlalu parah. "Artinya pelaku pasar di pasar saham regional tidak terlalu berlebihan dalam menanggapi ancaman invasi AS tersebut," kata Reza.
Bahkan beberapa berita positif dari emiten cukup membuat beberapa indeks saham regional justru bergerak menguat. Berbeda halnya dengan IHSG dimana kenaikan sebelumnya langsung dimanfaatkan untuk ambil untung, sehingga menempatkan IHSG pada indeks saham regional dengan pelemahan terdalam.
"Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.144,63 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.069,70 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.073,46," papar dia.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :