Siang ini, rupiah masih tertekan
Kamis, 05 September 2013 - 12:29 WIB
Siang ini, rupiah masih tertekan
A
A
A
Sindonews.com - Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) siang ini masih melemah. Bahkan data Bloomberg menunjukkan rupiah hampir mendekati Rp11.600/USD.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 12.25 WIB, rupiah berada di level Rp11.585/USD. Pagi tadi, pukul 09.50 WIB, rupiah berada di level Rp11.595/USD, melemah dibanding posisi rupiah sore kemarin yang berada di level Rp11.411/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik berada di level Rp11.105/USD dengan kisaran Rp11.105/USD. Posisi ini melemah dibanding penutupan sore kemarin yang berada di level Rp11.030/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah pagi hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.108/USD atau terdepresiasi jika dibanding sore kemarin di harga Rp11.033/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, masih tingginya permintaan dolar oleh korporasi di tengan terbatasnya suplai dolar menyebabkan tekanan terhadap rupiah masih tinggi.
Kendati demikian, posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada di zona hijau diharapkan bisa memberi sentuhan positf terhadap mata uang dalam negeri pada hari ini.
"Lelang debt switch untuk obligasi FR0070 dengan obligasi bertenor pendek diharapkan memberi sentimen positif terhadap rupiah," ujarnya, Kamis (5/9/2013).
Berdasarkan data Bloomberg pukul 12.25 WIB, rupiah berada di level Rp11.585/USD. Pagi tadi, pukul 09.50 WIB, rupiah berada di level Rp11.595/USD, melemah dibanding posisi rupiah sore kemarin yang berada di level Rp11.411/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik berada di level Rp11.105/USD dengan kisaran Rp11.105/USD. Posisi ini melemah dibanding penutupan sore kemarin yang berada di level Rp11.030/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah pagi hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.108/USD atau terdepresiasi jika dibanding sore kemarin di harga Rp11.033/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, masih tingginya permintaan dolar oleh korporasi di tengan terbatasnya suplai dolar menyebabkan tekanan terhadap rupiah masih tinggi.
Kendati demikian, posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berada di zona hijau diharapkan bisa memberi sentuhan positf terhadap mata uang dalam negeri pada hari ini.
"Lelang debt switch untuk obligasi FR0070 dengan obligasi bertenor pendek diharapkan memberi sentimen positif terhadap rupiah," ujarnya, Kamis (5/9/2013).
(rna)