Pagi ini, rupiah masih di kisaran Rp11.600
Jum'at, 06 September 2013 - 09:54 WIB
Pagi ini, rupiah masih di kisaran Rp11.600
A
A
A
Sindonews.com - Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi ini dibuka masih tertekan dan berada di atas level Rp11.600/USD.
Berdasarkan data Bloomberg pagi, rupiah dibuka di level Rp11.615/USD. Namun pada pukul 09.40 WIB bergerak ke level Rp11.663/USD. Sementara kemarin, rupiah ditutup di level Rp11.649/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik berada di level Rp11.105/USD dengan kisaran Rp11.125/USD. Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah pagi hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.108/USD. Posisi itu masih sama dengan hari kemarin.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, rupiah hari ini masih akan tertekan, terutama terimbas sentimen negatif dari luar negeri, seperti kenaikan data-data dalam redbook dan beige book AS yang menunjukkan perbaikan perekonomian AS.
Rilis tersebut memberikan kesan bahwa The Fed merasa optimis terhadap kondisi perekonomiannya dan akan segera melakukan penarikan stimulus moneternya.
Sentimen lainnya, pelaku pasar juga sedikit menahan diri jelang pertemuan BoJ dan pertermuan ECB yang akan membahas suku bunga acuan dan keberlanjutan tingkat bunga rendahnya.
Hari ini, dia memprediksi, rupiah akan berada pada kisaran Rp11.095-11.155/USD berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) setelah pada hari kemarin sempat menyentuh level Rp11.650/USD.
Berdasarkan data Bloomberg pagi, rupiah dibuka di level Rp11.615/USD. Namun pada pukul 09.40 WIB bergerak ke level Rp11.663/USD. Sementara kemarin, rupiah ditutup di level Rp11.649/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik berada di level Rp11.105/USD dengan kisaran Rp11.125/USD. Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah pagi hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.108/USD. Posisi itu masih sama dengan hari kemarin.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, rupiah hari ini masih akan tertekan, terutama terimbas sentimen negatif dari luar negeri, seperti kenaikan data-data dalam redbook dan beige book AS yang menunjukkan perbaikan perekonomian AS.
Rilis tersebut memberikan kesan bahwa The Fed merasa optimis terhadap kondisi perekonomiannya dan akan segera melakukan penarikan stimulus moneternya.
Sentimen lainnya, pelaku pasar juga sedikit menahan diri jelang pertemuan BoJ dan pertermuan ECB yang akan membahas suku bunga acuan dan keberlanjutan tingkat bunga rendahnya.
Hari ini, dia memprediksi, rupiah akan berada pada kisaran Rp11.095-11.155/USD berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) setelah pada hari kemarin sempat menyentuh level Rp11.650/USD.
(rna)