2014, subsidi listrik kembali disesuaikan

Jum'at, 06 September 2013 - 14:24 WIB
2014, subsidi listrik...
2014, subsidi listrik kembali disesuaikan
A A A
Sindonews.com - PT PLN (Persero) berencana menyesuaikan kembali subsidi listrik bagi golongan tertentu pada tahun depan guna menyehatkan keuangan perusahaan.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, rencana penyesuaian tarif tenaga listrik (TTL) dengan cara kenaikan otomatis berdasarkan harga minyak Indonesia (ICP) dan kurs dolar AS (USD) pernah dilakukan pada tahun 1994-1997. Kemudian, lanjut dia, akan dilakukan kembali pada 2014 mendatang.

"Mekanisme itu akan dilakukan kembali, dimulai untuk golongan tertentu yang dianggap mampu," jelasnya di kantor PLN, Jakarta, Jumat (6/9/2013).

Dia mengatakan, untuk golongan yang sudah dihapus subsidinya akan tetap dipertahakan. Namun, untuk golongan mampu yang belum disesuikan tarif listriknya akan kembali disesuaikan.

"Golongan yang subsidinya sudah dihapus nanti kita pertahankan tetap tidak mendapat subsidi karena perubahan di APBN tidak sama dengan realisasi," ujarnya.

Menurutnya, kenaikan TTL secara otomatis akan menyegarkan keuangan PLN dalam menggenjot investasi di sektor ketenagalistrikan. Pasalnya, selama ini biaya pembangunan pembangkit PLN diperoleh dari hasil utang luar negeri.

"Penyesuaian tarif ini nantinya cukup untuk investasi kelistrikan. Jadi, kita ingin kembali di sana supaya tidak terlalu terbebani utang-utang, kan enggak sehat," jelas dia.

Terkait penyesuaian terhadap kurs USD, Pamudji mencontohkan, pada asumsi kurs USD sebesar Rp9.700/USD, ternyata realisasinya sebesar Rp10 ribu/USD. Artinya, golongan yang seharusnya tidak mendapatkan subsidi, justru mendapatkan subsidi.

"Ada ketidakcocokan dolar, maka harus dilakukan adjusment. Apabila dolar AS naik, maka tarif listrik juga harus ikut naik sekian persen dari tarif. Dihitung pengaruhnya terhadap komponen kurs," jelasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLN Sudah Terima Kompensasi...
PLN Sudah Terima Kompensasi dari Pemerintah Rp24,6 Triliun
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Luhut Pastikan Pasokan...
Luhut Pastikan Pasokan Batubara ke PLN Aman Tanpa Subsidi
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Baterai Mobil Listrik...
Baterai Mobil Listrik Made in Karawang Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved