DPR desak aparat hukum investigasi kartel kedelai

Sabtu, 07 September 2013 - 10:42 WIB
DPR desak aparat hukum...
DPR desak aparat hukum investigasi kartel kedelai
A A A
Sindonews.com - DPR RI mencium adanya motif kejahatan ekonomi di balik tingginya harga kedelai yang terjadi sekarang ini. Padahal, jika disikapi serius, importasi dan kebutuhan kedelai dapat dipenuhi dengan waktu yang relatif cepat.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, serta Kejaksaan Agung untuk meninvestigasi kejanggalan-kejanggalan di balik mahalnya harga kedelai.

"Saya mulai berpikir mahalnya harga kedelai adalah kejahatan ekonomi. Karenanya saya meminta KPPU masuk (investigasi), KPK masuk, Kepolisian masuk, dan Kejakgung juga masuk," ujarnya dalam diskusi Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (7/9/2013).

Dia merasa heran dengan ulah pemerintah yang cenderung menunda-nunda importasi kedelai. Bahkan, Firman juga melihat penundaan tersebut adalah hal yang janggal.

"Ketika ada demo perajin tahu dan tempe, barulah pemerintah langsung rapat dan memutuskan untuk menambah impor kedelai," katanya.

Firman mengatakan, masalah mahalnya harga kedelai ini bisa cepat diatasi, bahkan dalam waktu sehari saja asal ada niat dari pemerintah dalam hal ini Presiden harus memiliki inisiatif memperbaiki mahalnya harga kedelai.

"Kalau pemerintah serius, Presiden tinggal panggil Menteri, dari Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, dan Menko Perekonomian untuk rapat lalu minta Bulog lakukan intervensi, 1x24 jam saya jamin selesai," pungkas politisi Golkar ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, melemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) membuat harga kedelai yang diimpor semakin mahal. Pasalnya, sebanyak 90 persen kedelai yang digunakan para perajin tahu dan tempe saat ini masih impor dari AS.

Akibat rupiah terus melemah, harga kedelai yang mereka impor dari AS pun terpaksa mengalami kenaikan sejak beberapa pekan terakhir, dari mulai Rp7.200 per kilogram (kg), kini naik hingga melebihi Rp10.000 per kg. Bahkan harga kedelai di beberapa daerah sudah ada yang mendekati Rp11 ribu per kg.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
5 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
5 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
6 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
6 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
6 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
6 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved