Email Pribadi Orang Terkaya Eropa Tersebar Gegara Keteledoran Inggris
Minggu, 13 Oktober 2024 - 06:43 WIB
loading...
Alamat email pribadi taipan Prancis Bernard Arnault tersebar akibat keteledoran pemerintah Inggris. FOTO/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Inggris meminta maaf karena "tidak sengaja" mengungkapkan alamat email pribadi Bernard Arnault, pendiri raksasa bisnis barang mewah LVMH dan orang terkaya di Eropa.
Insiden itu terjadi akibat keteledoran Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris dalam mengirimkan email menjelang pertemuan puncak investasi besar. Arnault di-CC dalam email yang dikirim oleh departemen tersebut kepada peserta pertemuan puncak awal minggu ini.
Baca Juga: Pendiri Induk TikTok, Zhang Yiming Berharta Rp682,7 Triliun Tembus 5 Orang Terkaya China
Hal itu berarti bahwa alamat email taipan Prancis itu terlihat oleh siapa saja yang menerima pesan elektronik dari Departemen Bisnis dan Perdagangan tersebut. Peserta lain, termasuk eksekutif dari bank global, perusahaan multinasional, dan perusahaan teknologi, juga di-CC dalam pesan tersebut.
"Hal ini disebabkan oleh kesalahan manusia administratif, dan kami mohon maaf kepada mereka yang terdampak," kata departemen tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, seperti dilansir Russia Today, Minggu (13/10/2024).
"Kami menanggapi perlindungan data dengan sangat serius, dan kami telah merujuk masalah ini ke Kantor Komisioner Informasi," pernyataan tersebut berlanjut.
Diselenggarakan oleh Perdana Menteri Keir Starmer dan Menteri Keuangan Rachel Reeves, pertemuan puncak tersebut dimulai di London pada hari Senin, dan bertujuan untuk meyakinkan investor yang waspada bahwa Inggris "terbuka untuk bisnis.
Insiden itu terjadi akibat keteledoran Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris dalam mengirimkan email menjelang pertemuan puncak investasi besar. Arnault di-CC dalam email yang dikirim oleh departemen tersebut kepada peserta pertemuan puncak awal minggu ini.
Baca Juga: Pendiri Induk TikTok, Zhang Yiming Berharta Rp682,7 Triliun Tembus 5 Orang Terkaya China
Hal itu berarti bahwa alamat email taipan Prancis itu terlihat oleh siapa saja yang menerima pesan elektronik dari Departemen Bisnis dan Perdagangan tersebut. Peserta lain, termasuk eksekutif dari bank global, perusahaan multinasional, dan perusahaan teknologi, juga di-CC dalam pesan tersebut.
"Hal ini disebabkan oleh kesalahan manusia administratif, dan kami mohon maaf kepada mereka yang terdampak," kata departemen tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, seperti dilansir Russia Today, Minggu (13/10/2024).
"Kami menanggapi perlindungan data dengan sangat serius, dan kami telah merujuk masalah ini ke Kantor Komisioner Informasi," pernyataan tersebut berlanjut.
Diselenggarakan oleh Perdana Menteri Keir Starmer dan Menteri Keuangan Rachel Reeves, pertemuan puncak tersebut dimulai di London pada hari Senin, dan bertujuan untuk meyakinkan investor yang waspada bahwa Inggris "terbuka untuk bisnis.
Lihat Juga :