Kadin salurkan pinjaman ke UKM di Medan Rp350 juta
Kamis, 12 September 2013 - 18:28 WIB
Kadin salurkan pinjaman ke UKM di Medan Rp350 juta
A
A
A
Sindonews.com - Lembaga Pembiayaan yang dibentuk Kadin, Palapa Nusantara Berdikari kembali memberikan bantuan pinjaman modal kerja kepada pelaku UKM. Kali ini pelaku UKM di Medan, Sumatera Utara, CV Tamita Takengon sebesar Rp350 juta.
Sebelumnya, bantuan modal kerja telah diberikan kepada CV Sandy Putra, Bandung sebesar Rp500 juta, CV Palunesia Rattan, Palu sebesar Rp350 juta dan CV Citi Mandiri Agritech, Bandung sebesar Rp100 juta.
Wakil ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P Roeslani mengatakan, kontribusi UKM bagi penguatan ekonomi daerah sangat besar. Sehingga semua pihak harus melakukan upaya-upaya penguatan UKM agar bisa meningkatkan produktivitas dan lebih berdaya saing.
Selain memeberikan modal kerja, kata Rosan, Kadin Bidang Perbankan dan Finansial melalui program klinik bisnis UKM daerah, juga berusaha mengedukasi para pelaku UKM dalam pengelolaan usaha. Terutama dari sisi manajemen keuangannya.
"Jika sebelumnya tidak bankable, semoga nantinya bisa jadi bankable dengan sistem keuangan yang lebih baik. Misalnya dengan membuat neraca atau laporan keuangan," kata Rosan dalam rilisnya, Kamis (12/9/2013).
Karena, kata dia sebagian besar pelaku UKM menemui kendala seperti minimnya dukungan pembiayaan, akses terbatas kepada lembaga perbankan. "Sebagian besar pelaku UKM dinilai masih belum bankable sehingga terkendala dalam akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha," ujarnya.
Berkaitan dengan hal itu, pihaknya merekomendasikan kepada para pelaku UKM untuk bisa mengakses permodalan melalui lembaga non perbankan untuk mengembangkan usaha, sehingga tidak terpaku pada perbankan saja.
"Palapa Nusantara Berdikari akan membina badan usaha atau pelaku UKM yang memiliki potensi untuk lebih berkembang, salah satunya seperti UKM yang hari ini kita serahkan pinjaman modal kerja," kata dia.
Direktur CV Tamita Takengon, Tawardi Ramli mengatakan, bantuan modal kerja dari Palapa Nusantara itu diharapkan dapat meningkatkan usahanya dalam pengolahan keripik buah-buahan yang sudah dimulainya sejak 2004. "Kami sangat mengapresiasi atas bantuan modal kerja seperti ini. Kedepan kami harapkan bisa memenuhi orderan hingga 100 persen," ucapnya.
Dia menyebutkan bahwa selama ini usahanya baru mampu memenuhi 50 persen dari total orderan pelanggan-pelanggan mulai dari modern market yang besar hingga supermarket lokal dan toko oleh-oleh di Pekanbaru dan Bukittinggi.
"Dengan modal kerja sebelumnya, kami hanya bisa memenuhi rata-rata 50 persen dari orderan. Namun dengan modal kerja dari Palapa kita harapkan bisa memenuhi hingga 100 persen dan mempertahankan pasar Sumatera dan mencoba mengekspor ke Singapura," tuturnya.
Sebelumnya, bantuan modal kerja telah diberikan kepada CV Sandy Putra, Bandung sebesar Rp500 juta, CV Palunesia Rattan, Palu sebesar Rp350 juta dan CV Citi Mandiri Agritech, Bandung sebesar Rp100 juta.
Wakil ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P Roeslani mengatakan, kontribusi UKM bagi penguatan ekonomi daerah sangat besar. Sehingga semua pihak harus melakukan upaya-upaya penguatan UKM agar bisa meningkatkan produktivitas dan lebih berdaya saing.
Selain memeberikan modal kerja, kata Rosan, Kadin Bidang Perbankan dan Finansial melalui program klinik bisnis UKM daerah, juga berusaha mengedukasi para pelaku UKM dalam pengelolaan usaha. Terutama dari sisi manajemen keuangannya.
"Jika sebelumnya tidak bankable, semoga nantinya bisa jadi bankable dengan sistem keuangan yang lebih baik. Misalnya dengan membuat neraca atau laporan keuangan," kata Rosan dalam rilisnya, Kamis (12/9/2013).
Karena, kata dia sebagian besar pelaku UKM menemui kendala seperti minimnya dukungan pembiayaan, akses terbatas kepada lembaga perbankan. "Sebagian besar pelaku UKM dinilai masih belum bankable sehingga terkendala dalam akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha," ujarnya.
Berkaitan dengan hal itu, pihaknya merekomendasikan kepada para pelaku UKM untuk bisa mengakses permodalan melalui lembaga non perbankan untuk mengembangkan usaha, sehingga tidak terpaku pada perbankan saja.
"Palapa Nusantara Berdikari akan membina badan usaha atau pelaku UKM yang memiliki potensi untuk lebih berkembang, salah satunya seperti UKM yang hari ini kita serahkan pinjaman modal kerja," kata dia.
Direktur CV Tamita Takengon, Tawardi Ramli mengatakan, bantuan modal kerja dari Palapa Nusantara itu diharapkan dapat meningkatkan usahanya dalam pengolahan keripik buah-buahan yang sudah dimulainya sejak 2004. "Kami sangat mengapresiasi atas bantuan modal kerja seperti ini. Kedepan kami harapkan bisa memenuhi orderan hingga 100 persen," ucapnya.
Dia menyebutkan bahwa selama ini usahanya baru mampu memenuhi 50 persen dari total orderan pelanggan-pelanggan mulai dari modern market yang besar hingga supermarket lokal dan toko oleh-oleh di Pekanbaru dan Bukittinggi.
"Dengan modal kerja sebelumnya, kami hanya bisa memenuhi rata-rata 50 persen dari orderan. Namun dengan modal kerja dari Palapa kita harapkan bisa memenuhi hingga 100 persen dan mempertahankan pasar Sumatera dan mencoba mengekspor ke Singapura," tuturnya.
(izz)
Lihat Juga :