Harga minyak dan emas dunia pekan ini anjlok

Sabtu, 14 September 2013 - 15:57 WIB
Harga minyak dan emas...
Harga minyak dan emas dunia pekan ini anjlok
A A A
Sindonews.com - Harga minyak dan emas di perdagangan dunia merosot tajam, seiring dengan Treasury yields AS yang jatuh, di mana data penjualan ritel dan sentimen konsumen Amerika lemah. Emas berada di pekan terburuk dalam dua bulan, karena kekhawatiran atas rencana serangan AS terhadap Suriah mereda.

Sementara indeks saham AS dan Eropa naik, meskipun indeks saham global memeluk impas karena investor memandang pertemuan kebijakan utama Federal Reserve AS (Fed) pekan depan.

Analis memperkirakan Fed akan mulai memanggil kembali pembelian obligasi USD85 miliar per bulan, program yang telah menahan tingkat suku bunga dan meningkatkan harga aset berisiko.

Kepercayaan konsumen AS surut pada awal bulan ini dan penjualan ritel hanya naik sedikit pada Agustus, indikasi terbaru ekonomi nyaris menenggak ke depan.

Langkah lambat aktivitas digarisbawahi laporan lain, kemarin, yang menunjukkan kenaikan energi yang dipimpin harga grosir bulan lalu, dengan tekanan inflasi tetap lemah.

"Saham AS masih terikat sampai rentang pertemuan Fed dan pembicaraan AS-Rusia yang sedang berlangsung di Suriah, serta krisis fiskal yang menjulang untuk diselesaikan Washington," kata Jim Paulsen, kepala investasi Wells Capital Management di Minneapolis, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (14/9/2013).

Ekuitas Eropa menguat untuk pekan kedua berturut-turut dan menetapkan angka tertinggi dalam tiga setengah bulan, dengan aktivitas merger dan akuisisi di sektor kesehatan serta media yang mendukung pasar.

Emas turun 5,4 persen selama sepekan yang terburuk sejak Juni, setelah penjualan berat terkait dengan ekspektasi rollback Fed dan pengurangan ketegangan atas Suriah. Emas dikutip di angka USD1,308.74 per ounce, turun 0,9 persen dan sekarang kembali anjlok sekitar 21 persen sepanjang tahun ini, setelah 12 keuntungan tahunan berturut-turut.

Dolar naik 0,05 persen terhadap sejumlah mata uang utama. Sementara 10 tahun Treasury yields AS turun menjadi 2,8883 persen.

Minyak mentah Brent merosot di jalur penurunan mingguan tertajam sejak Juni, karena kekhawatiran serangan militer AS di Suriah surut. Brent turun sekitar 3,5 persen sejak Jumat lalu. Patokan internasional telah meluncur sekitar USD5 per barel sejak akhir Agustus, ketika melonjak di atas USD117 per berel di tengah kekhawatiran kemungkinan serangan AS terhadap Suriah dapat menyebabkan lebih banyak kekerasan di wilayah tersebut.

Minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak Oktober, yang berakhir kemarin, turun 40 sen menjadi USD112,23 per barel, dan minyak mentah AS merosot 83 sen menjadi USD107,77 per barel.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 71,35 poin atau 0,47 persen di angka 15,371.99. The Standard & Poor 500 meningkat 4,33 poin atau 0,26 persen menjadi 1,687.75. Sementara, Nasdaq Composite Index naik 4,60 poin atau 0,12 persen di angka 3,720.57.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
5 Komoditas Global yang...
5 Komoditas Global yang Perlu Dipantau Pekan Ini, Harga Minyak Paling Mencemaskan
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved