Kadin: Ekspor bahan mentah minerba kurang tepat

Senin, 16 September 2013 - 14:51 WIB
Kadin: Ekspor bahan...
Kadin: Ekspor bahan mentah minerba kurang tepat
A A A
Sindonews.com - Kebijakan Kementerian ESDM dalam memberikan relaksasi dengan menggenjot ekspor minerba sebagai stimulus mempercepat pergerakan ekonomi nasional, kurang mendapatkan apresiasi positif dari kalangan dunia usaha.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah, Natsir Mansyur mengatakan, seharusnya pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan jalan pintas melalui relaksasi menggenjot ekspor. Karena langkah itu kurang tepat baik jangka pendek maupun panjang.

"Kami swasta memahami kesulitan pemerintah, khususnya berkaitan dengan moneter. Hanya saja, jalan pintas menggenjot ekspor bahan mentah minerba itu kurang tepat dilakukan," kata Natsir dalam rilisnya, Senin (16/9/2013).

Menurutnya, pelaksanaan terhadap UU No 4/2009 harus bisa dengan jelas dilaksanakan. Di samping itu Inpres No 3/2013 serta turunan Permen Kementrian ESDM, Perindustrian, Keuangan dan lembaga lainnya banyak yang perlu dibenahi dan mendapat perhatian.

"Pemerintah dan DPR RI yang justru membuat UU No 4/2009 tentang Minerba, namun pemerintah sendiri yang akan mengacak-acak UU yang mereka buat. Ini kan ironis," ungkapnya.

Program hilirisasi minerba, kata dia, sarat dengan "national interest". Artinya, hilirisasi minerba sangat strategis bagi kepentingan negara dan bangsa Indonesia. "Selama ini Indonesia ketinggalan industri pionernya (hulu), sehingga industri hilirnya tidak sehat karena bahan bakunya impor terus," terang Natsir.

Menurutnya, pemerintah memahami masalah ini. Namun, pemerintah sendiri yang justru mengacak-acak masalah tersebut. Dia mengatakan, sedikitnya Indonesia memerlukan lima industri pengolahan sebagai industri pioner. Antara lain industri tembaga, aluminium, nikel, besi, emas, agar industri hilir ke depan tidak lagi mengimpor bahan baku yang selama ini dikeluhkan pemerintah dan swasta.

"Masih banyak cara lain untuk keluar dari masalah moneter, dengan tidak mengacak kebijakan hilirisasi minerba yang saat ini berjalan. Asal Kementerian ESDM, Perindustrian mau membicarakannya kepada swasta, Kadin bersama asosiasinya yang berada di bawah naungan Kadin," pungkas Natsir.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
DPR Sahkan RUU Minerba...
DPR Sahkan RUU Minerba Jadi UU, Firnando: Kado Buat Rakyat
Aksi Teatrikal Tolak...
Aksi Teatrikal Tolak Revisi UU Minerba
Banyak Kendala, Realisasi...
Banyak Kendala, Realisasi Investasi Minerba Baru Rp1,38 Triliun
Poin Penting Harmonisasi...
Poin Penting Harmonisasi RUU Minerba dengan Omnibus Law Disepakati
Revisi UU Minerba Resmi...
Revisi UU Minerba Resmi Ditetapkan Sebagai Undang-Undang
Taipan Batubara Disebut...
Taipan Batubara Disebut Muluskan Jalan Pengesahan UU Minerba
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
RDF Plant Rorotan Mampu...
RDF Plant Rorotan Mampu Hasilkan Ratusan Ton Bahan Bakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved