Kurangi subsidi BBM, pemerintah diminta manfaatkan BBN

Senin, 16 September 2013 - 15:38 WIB
Kurangi subsidi BBM,...
Kurangi subsidi BBM, pemerintah diminta manfaatkan BBN
A A A
Sindonews.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengusulkan agar pemerintah memanfaatkan Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini bermanfaat untuk menggantikan cadangan minyak bumi yang semakin menipis.

Deputi Teknologi Informasi, Energi dan Material BPPT, Unggul Priyanto mengatakan, total produksi Crude Palm Oil (CPO) Indonesia mencapai 23 juta ton per tahun atau setara dengan 25 juta kiloliter. Menurutnya, Indonesia berpotensi menjadikan CPO atau Biofuel sebagai sumber bahan baku Biodiesel dan Bioethanol.

"produksi CPO Indonesia yang melimpah seharusnya bisa mengalihkan penggunaan BBM ke BBN," kata dia saat ditemui di kantor BPPT di Jakarta, Senin (16/9/2013).

Unggul mengatakan, potensi CPO di Indonesia mencapai 46 juta ton. Namun hal tersebut belum termanfaatkan sepenuhnya. Hal ini dikarenakan kendala seperti kurang menariknya pasar dalam negeri ketimbang luar negeri.

Saat ini, produsen CPO lebih suka mengekspor keluar negeri ketimbang menggunakannya untuk konsumsi dalam negeri. Padahal sudah ada insentif dari pemerintah sebesar Rp3.000 per liter. "Di pasar internasional harga CPO atau Biofuel mencapai Rp7.500 per liter," ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, total lahan tanaman sawit yang ada mencapai 8.430 juta hektare (ha). Sementara lahan yang sudah menghasilkan baru digunakan seluas 6.270 juta ha. Karena itu, masih ada lahan seluas 2.160 juta ha yang belum digunakan.

Untuk itu, kata dia, pemerintah bisa menggunakan lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang ditanami sawit dan perkebunan rakyat dengan mekanisme dan peruntukan yang jelas.

"Saat ini penggunaan lahan hutan tinggal mengikuti regulasi dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sesuai aturan yaitu hutan konservasi, hutan produksi, hutan lindung dan lain-lain. Sehingga lahan untuk pangan dan sawit tidak akan mengganggu penanaman jenis tumbuhan lain yang sudah ada," terangnya.

Nantinya, optimalisasi lahan sawit yang ada dapat dilakukan tanpa membuka lahan baru. Lahan perkebunan rakyat saat ini mampu menghasilkan 1-1,5 ton per ha. Daerah yang baik ditanami sawit yaitu daerah tropis yang dekat dengan khatulistiwa dan memiliki hujan. Daerah ini hanya dimiliki Indonesia dan Malayasia.

"Saat ini daerah tersebut banyak di Kalimantan dan Sumatera," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Diminta Gulirkan...
Pemerintah Diminta Gulirkan Gerakan Hemat BBM
Rahasia Hemat Energi...
Rahasia Hemat Energi Ternyata Ada di Dapur! Ini Cara Masak yang Efisien
Perhatikan, Ini 5 Cara...
Perhatikan, Ini 5 Cara Biar Mobil Hemat Bahan Bakar
Harga BBM Naik, Begini...
Harga BBM Naik, Begini 10 Tips Menghemat BBM pada Mobil
Inilah Tips Hemat BBM...
Inilah Tips Hemat BBM Ketika Terjebak Macet Mudik Lebaran 2022
Dukung Imbauan Prabowo...
Dukung Imbauan Prabowo Subianto untuk Hemat BBM, Guru Besar Unand:  Konsumsi Sewajarnya Saja
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
23 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved