Kadin minta perlindungan investasi di daerah perbatasan
Selasa, 17 September 2013 - 18:05 WIB
Kadin minta perlindungan investasi di daerah perbatasan
A
A
A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta adanya perlindungan investasi dalam pembangunan kawasan perbatasan. Terutama dari pemerintah daerah setempat agar realisasi sejumlah proyek dapat dipercepat.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Ekonomi Kawasan Perbatasan, Endang Kesumayadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah memproses sejumlah proyek untuk pengembangan ekonomi kawasan perbatasan yang terkonsentrasi di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.
"Sementara ini, Kadin masih berkonsentrasi ke Kaltim dan Kalbar karena berbatasan langsung dengan Malaysia, yang sejauh ini pembangunan di Malaysia masih jauh dengan wilayah perbatasan kita," kata Endang dalam rilisnya, Selasa (17/9/2013).
Endang mengungkapkan, Malaysia mulai dari listrik, gas hingga gula masih disubsidi pemerintahnya. Sementara perbatasan Indonesia tidak mendapatkan subsidi.
Dia mengakui, Kadin masih berproses untuk investasi di kawasan perbatasan Kalimantan, diantaranya pembangungan dryport di Kapuas Hulu dan Sanggau. Kadin juga sudah menawarkan investasi di sektor kelistrikan dengan teknologi tenaga surya, retail, jasa kontruksi untuk infrastruktur sipil, perkebunan hingga pertambangan bauksit.
"Hanya saja, ketika membawa investor untuk berinvestasi, kami mengharapkan adanya perlindungan terhadap investasi oleh Pemda. Sehingga kebijakannya juga harus diperhatikan," kata dia.
Permasalahan ini, lanjut Endang, masih menjadi kendala yang sering ditemui. "Kadang kebijakannya juga bersinggungan dengan kebijakan pusat sehingga bisa menghambat, atau bahkan kendalanya ada di pemerintah daerah itu sendiri," ungkapnya.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Ekonomi Kawasan Perbatasan, Endang Kesumayadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah memproses sejumlah proyek untuk pengembangan ekonomi kawasan perbatasan yang terkonsentrasi di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.
"Sementara ini, Kadin masih berkonsentrasi ke Kaltim dan Kalbar karena berbatasan langsung dengan Malaysia, yang sejauh ini pembangunan di Malaysia masih jauh dengan wilayah perbatasan kita," kata Endang dalam rilisnya, Selasa (17/9/2013).
Endang mengungkapkan, Malaysia mulai dari listrik, gas hingga gula masih disubsidi pemerintahnya. Sementara perbatasan Indonesia tidak mendapatkan subsidi.
Dia mengakui, Kadin masih berproses untuk investasi di kawasan perbatasan Kalimantan, diantaranya pembangungan dryport di Kapuas Hulu dan Sanggau. Kadin juga sudah menawarkan investasi di sektor kelistrikan dengan teknologi tenaga surya, retail, jasa kontruksi untuk infrastruktur sipil, perkebunan hingga pertambangan bauksit.
"Hanya saja, ketika membawa investor untuk berinvestasi, kami mengharapkan adanya perlindungan terhadap investasi oleh Pemda. Sehingga kebijakannya juga harus diperhatikan," kata dia.
Permasalahan ini, lanjut Endang, masih menjadi kendala yang sering ditemui. "Kadang kebijakannya juga bersinggungan dengan kebijakan pusat sehingga bisa menghambat, atau bahkan kendalanya ada di pemerintah daerah itu sendiri," ungkapnya.
(izz)
Lihat Juga :