Rupiah sore ini berakhir melemah
Rabu, 18 September 2013 - 17:21 WIB
Rupiah sore ini berakhir melemah
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini melanjutkan pelemahan yang terjadi pada hari kemarin seiring kembali melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 4.463,25.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini berada di level Rp11.324/USD, melemah signifikan sebanyak 142 poin dibanding posisi sore kemarin di Rp11.182/USD. Poisisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp11.148/USD, sedangkan terlemah di level Rp11.517/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level 11.492/USD atau melemah 41 poin dibanding kemarin di level Rp11.451/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.435/USD dengan kisaran Rp11.475-11.508/USD. Posisi ini terdepresiasi 70 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.365/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada level Rp11.438/USD, melemah 70 poin dibanding hari kemarin yang berada di level Rp11.368/USD.
Pengamat Valuta Asing (Valas) Rahadyo Anggoro Widagdo mengatakan, para pelaku pasar hari ini mengambil langkah aman dengan menahan cadangan USD jelang putusan The Fed mengenai tindak lanjut stimulus moneter Amerika Serikat.
"Secara garis besar sentimennya masih sama seperti kemarin. Didominasi faktor dari dalam. Tap sekarang diperparah karena pelaku pasar mengambil langkah aman dengan menahan stok dolar mereka," kata dia kepada Sindonews, Rabu (18/9/2013).
Selain itu, lanjut Anggoro, sentimen negatif juga datang karena adanya potensi gagal bayar obligasi lantaran Kongres Amerika belum menyetujui berapa besar kupon utangnya.
Dari internal, melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia ditambah masih melebarnya curent account devisit seolah melengkapi sentimen negatif yang sudah terlanjur membebani laju rupiah. Untuk esok hari, laju rupiah diproyeksi masih memerah meski tipis, dengan kisaran Rp11.450-11.550/USD.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini berada di level Rp11.324/USD, melemah signifikan sebanyak 142 poin dibanding posisi sore kemarin di Rp11.182/USD. Poisisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp11.148/USD, sedangkan terlemah di level Rp11.517/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level 11.492/USD atau melemah 41 poin dibanding kemarin di level Rp11.451/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.435/USD dengan kisaran Rp11.475-11.508/USD. Posisi ini terdepresiasi 70 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.365/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada level Rp11.438/USD, melemah 70 poin dibanding hari kemarin yang berada di level Rp11.368/USD.
Pengamat Valuta Asing (Valas) Rahadyo Anggoro Widagdo mengatakan, para pelaku pasar hari ini mengambil langkah aman dengan menahan cadangan USD jelang putusan The Fed mengenai tindak lanjut stimulus moneter Amerika Serikat.
"Secara garis besar sentimennya masih sama seperti kemarin. Didominasi faktor dari dalam. Tap sekarang diperparah karena pelaku pasar mengambil langkah aman dengan menahan stok dolar mereka," kata dia kepada Sindonews, Rabu (18/9/2013).
Selain itu, lanjut Anggoro, sentimen negatif juga datang karena adanya potensi gagal bayar obligasi lantaran Kongres Amerika belum menyetujui berapa besar kupon utangnya.
Dari internal, melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia ditambah masih melebarnya curent account devisit seolah melengkapi sentimen negatif yang sudah terlanjur membebani laju rupiah. Untuk esok hari, laju rupiah diproyeksi masih memerah meski tipis, dengan kisaran Rp11.450-11.550/USD.
(rna)