Bank Muamalat targetkan right issue Rp1,5 T

Rabu, 18 September 2013 - 19:14 WIB
Bank Muamalat targetkan...
Bank Muamalat targetkan right issue Rp1,5 T
A A A
Sindonews.com - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk manargetkan akan melakukan right issue sebesar Rp1,5 triliun tahun ini, untuk mengantisipasi penundaan Secondary Public Offering (SPO) perseroan tahun ini.

Kondisi perekonomian yang masih memburuk membuat bank syariah tersebut mengandalkan pemegang saham untuk pendanaan rencana ekspansi perseroan.

Direktur Keuangan Bank Muamalat, Hendiarto menyatakan perseroan memilih pendanaan melalui skema right issue dengan menerbitkan saham baru dalam Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Target nilai tersebut untuk mengantisipasi pendanaan dalam dua tahun ke depan. Prosesnya ditargetkan akan dilakukan pada akhir tahun ini.

"Kami targetkan pendanaan sebesar Rp1,5 triliun, sepenuhnya untuk ekspansi pembiayaan. Dana ini rencananya akan menaikkan rasio kecukupan modal (CAR) menjadi 17 persen pada tahun ini. Sebelumnya berada di 12 persen. Nanti 2015 baru kita gunakan skema go public," ujarnya saat ditemui usai menerima penghargaan The Best Islamic Finance Bank ke-5 oleh Majalah Alpha Southeast di Jakarta, Rabu (18/9/2013).

Menurutnya, aksi ini sebagai alternatif melihat kondisi perekonomian saat ini. Perseroan memilih untuk melepaskan saham kepada investor, yang menandakan adanya kepercayaan dari para investor terhadap prospek perseroan kedepannya.

Sementara, rencana SPO disebutnya akan ditunda hingga 2015 dengan melihat kondisi perekonomian saat ini. "Kalau sekarang kondisi tidak baik untuk perseroan dan pemegang saham, maka lebih baik ditunda dulu, mungkin 2015," katanya.

Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin mengatakan, melalui hasil rights issue diharapkan bisa mendukung ekspansi pembiayaan perseroan selama tiga tahun ke depan. Pada tahun depan perseroan hanya menargetkan pertumbuhan pembiayaan di kisaran 15-20 persen, menyesuaikan dengan perlambatan perekonomian.

"Kita ingin paling tidak CAR bisa sama dengan industri sekitar 17 persen. Akhir tahun modal bisa mencapai Rp4,5 triliun. Untuk SPO timeline kayanya tidak keburu tahun ini, kan sudah mau Oktober. Tapi untuk penambahan modal, tetap dilakukan tahun ini. Nilai Rp1,5 triliun, di luar penawaran dari SPO," terangnya dalam kesempatan yang sama.

Selain itu, dia juga mengatakan dengan penghargaan yang diterima perseroan tersebut, membuktikan sisi performances semakin baik. Hal ini disebutnya terlihat dari penghargaan yang diterima.

Perseroan juga menerima award yang lain. "Ini penghargaan yang kelima kalinya. Hasil ini sebagai bukti transformasi bisnis yang kami lakukan akhir akhir ini dengan fokus ke business positioning dan perbaikan sistem IT," pungkas Arviyan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Muamalat Sulampua Gelar...
Muamalat Sulampua Gelar Ceramah Tarawih Virtual di Tengah Pandemi
Peringati HUT Kemerdekaan...
Peringati HUT Kemerdekaan RI, Bank Muamalat KCU Makassar Gelar Beragam Lomba
Bank Muamalat Luncurkan...
Bank Muamalat Luncurkan Filantropi Daring
Bos Muamalat Sulampua...
Bos Muamalat Sulampua Pimpin Asbisindo Sulsel
Resmi, BTN Batalkan...
Resmi, BTN Batalkan Akuisisi Bank Muamalat
Bank Muamalat Akan Diselamatkan...
Bank Muamalat Akan Diselamatkan Pemerintah, Dirut Bilang Mau Dapat Suntikan Modal
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved