Gita: Pasokan kedelai melalui importasi bersifat emergency

Jum'at, 20 September 2013 - 10:49 WIB
Gita: Pasokan kedelai...
Gita: Pasokan kedelai melalui importasi bersifat emergency
A A A
Sindonews.com - Ketersediaan kedelai di pasar terutama untuk memenuhi kebutuhan industri perajin tahu dan tempe perlu terus dijaga. Kekurangan pasokan atas komoditas ini akan menganggu stabilitas harga.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bertugas menjaga stabilitas harga melalui keseimbangan antara suplai dan kebutuhan (supply-demand), agar harga kedelai berada di tingkat yang wajar dan terjangkau.

"Tantangannya adalah, bahwa produksi nasional kedelai per tahunnya hanya sekitar 700-850 ribu ton. Kebutuhan/konsumsi nasional terhadap komoditas ini mencapai 2,5 juta ton per tahun, sehingga sampai dengan saat ini kekurangannya masih harus dipasok dari impor," ujar Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dalam siaran persnya, Jumat (20/9/2013).

Secara jangka panjang, lanjut Gita, pemerintah tentunya terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi kedelai.

Pemenuhan kedelai melalui importasi ini merupakan cara yang bersifat emergency, mengingat kebutuhan kedelai yang cukup tinggi ini antara lain adalah untuk terus menggerakkan industri kecil pembuatan tahu dan tempe.

Pasokan kedelai melalui rantai penyaluran yang melibatkan para pelaku mulai importir, petani kedelai, distributor, sampai pada pengguna akhir yaitu perajin sebelum mereka mengolahnya menjadi tahu dan tempe. Rantai pasok ini di setiap lini membentuk harga sampai ke pengrajin dan pasar umum.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
43 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2023 Tembus 5,03%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved