Pengusaha bus keberatan rencana kenaikan tarif tol

Jum'at, 20 September 2013 - 16:12 WIB
Pengusaha bus keberatan...
Pengusaha bus keberatan rencana kenaikan tarif tol
A A A
Sindonews.com - Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jabar, Aldo F Wiyana mengatakan, rencana pemerintah menaikkan 14 ruas tarif tol akan sangat memberatkan pengusaha angkutan penumpang.

"Kenaikan tol akan sangat memberatkan kami, di tengah load factor angkutan penumpang yang kian mengkhawatirkan," jelas Aldo di Bandung, Jumat (20/9/2013).

Saat ini, load factor kendaraan besar seperti bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) atau Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) berkisar 30 persen. Jika dalam satu bus terdapat 50 kursi, maka tingkat keterisiannya sekitar 15 orang.

Dengan kenaikan tarif tol 12-15 persen, maka beban operasional angkutan penumpang semakin besar. Kenaikan tersebut, akan dibebankan kepada jumlah penumpang. Sementara, pengusaha PO sulit menaikkan tarif. Kenaikan tarif dikhawatirkan semakin menurunkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum.

Sebagaimana diketahui, 14 ruas tol di pulau Jawa dan Sumatera akan naik pada 5 Oktober. Kenaikan tersebut sesuai UU No 38/2004 tentang Jalan Tol. Peraturannya tertuang dalam pasal 48 ayat 3, yang menyebutkan kenaikan tarif tol dilakukan setiap dua tahun. Kenaikan tarif tol disesuikan dengan angka inflasi di masing-masing daerah.

Sebanyak 14 ruas tol yang direncanakan naik yaitu Tol Jagorawi, Tol Jakarta-Tangerang, Tol dalam kota Jakarta, Tol JORR, Tol Padalarang-Cileunyi, Tol Semarang seksi ABC, Tol Surabaya-Gempol, Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Tol Palimanan-Plumbon-Kanci, Tol Serpong-Pondok Aren, Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Tol Tangerang-Merak, Tol Ujung Pandang tahap I dan II, serta Tol Pondok Aren-Bintaro-Viaduct-Ulujami.

Rencana kenaikan 14 ruas tol, lanjut Aldo, diharapkan diiringi kebijakan pemerintah terhadap moda transportasi umum. Organda Jabar berharap, pemerintah menyubsidi tarif tol untuk angkutan penumpang seperti bus.

"Mestinya ada subsidi, sehingga tarifnya lebih murah atau bahkan digratiskan. Karena, populasi bus di jalur tol hanya 3 persen," pungkas Aldo.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Proyek Japek II Selatan...
Proyek Japek II Selatan Selesai, Jakarta-Bandung Hanya 1 Jam
Mulai 2023, Sistem Bayar...
Mulai 2023, Sistem Bayar Tanpa Berhenti Beroperasi di Tol Bali
Bakal Ada 16 Ruas Jalan...
Bakal Ada 16 Ruas Jalan Tol Baru di 2022, Ini Daftarnya
Proyek Jalan Tol Layang...
Proyek Jalan Tol Layang Cikunir-Karawaci Telan Anggaran Rp37 Triliun
Berikut Jalan yang Tidak...
Berikut Jalan yang Tidak Boleh Dilalui Motor di Jakarta
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved