Soal Mitratel, TLKM masih lakukan kalkulasi
Selasa, 24 September 2013 - 16:43 WIB
Soal Mitratel, TLKM masih lakukan kalkulasi
A
A
A
Sindonews.com - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) masih belum memastikan rencana untuk melepas anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) lantaran masih mengkaji skema yang paling menguntungkan untuk melepas anak usahnya tersebut.
"Kalau untuk Mitratel masih mencari yang memberi value (nilai) yang besar. Ada beberapa cara (melepas Mitratel), yang pertama kita bisa backdoor listing, yang kedua indirect listing dan yang ketiga adalah merger. Dari tiga ini, mana yang memberikan paling tinggi (itu yang dipilih)," kata Direktur Utama TLKM Arif Yahya kepada wartawan di Ritz Charlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/9/2013).
Dikatakan Arif, hingga saat ini pihaknya bahkan belum menentukan tenggat waktu untuk melepaskan Mitratel. "Belum ada tanggalnya," pungkas dia.
Sementara itu, kandidat yang paling menonjol sebagai pembeli anak usaha perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut adalah PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
"Tetapi lihat harga pasarnya dulu, dengan jumlah sekian harga pasarnya berapa, kita harapkan tahun ini," jelasnya.
Sementara pada Juni lalu, perseroan menyatakan sudah ada tiga perusahaan publik yang bergerak di bisnis menara telekomunikasi memasukkan proposal ke Telkom terkait rencana pelepasan anak usaha tersebut. Ketiga perusahaan itu, yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Tower Bersama Infastructure Tbk (TBIG) dan PT Solusi Tunas Pratama (SUPR).
"Kalau untuk Mitratel masih mencari yang memberi value (nilai) yang besar. Ada beberapa cara (melepas Mitratel), yang pertama kita bisa backdoor listing, yang kedua indirect listing dan yang ketiga adalah merger. Dari tiga ini, mana yang memberikan paling tinggi (itu yang dipilih)," kata Direktur Utama TLKM Arif Yahya kepada wartawan di Ritz Charlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/9/2013).
Dikatakan Arif, hingga saat ini pihaknya bahkan belum menentukan tenggat waktu untuk melepaskan Mitratel. "Belum ada tanggalnya," pungkas dia.
Sementara itu, kandidat yang paling menonjol sebagai pembeli anak usaha perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut adalah PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
"Tetapi lihat harga pasarnya dulu, dengan jumlah sekian harga pasarnya berapa, kita harapkan tahun ini," jelasnya.
Sementara pada Juni lalu, perseroan menyatakan sudah ada tiga perusahaan publik yang bergerak di bisnis menara telekomunikasi memasukkan proposal ke Telkom terkait rencana pelepasan anak usaha tersebut. Ketiga perusahaan itu, yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Tower Bersama Infastructure Tbk (TBIG) dan PT Solusi Tunas Pratama (SUPR).
(rna)
Lihat Juga :