Pemerintah minta Amerika investasi shale gas di RI

Jum'at, 27 September 2013 - 10:54 WIB
Pemerintah minta Amerika...
Pemerintah minta Amerika investasi shale gas di RI
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia meminta Amerika Serikat (AS) berinvestasi mengembankan shale gas di Indonesia.

"Saat Presiden (Barack) Obama melawat ke Indonesia untuk bertemu dengan Presiden (SBY), salah satu agenda pertemuan yang dibahas adalah bagaimana mentransfer teknologi dari Amerika untuk menghemat pemakaian energi dan mengembangkan shale gas," tutur Menteri ESDM Jero Wacik disela-sela acara ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) di Nusa Dua, Bali, Jumat (27/9/2013).

Dia menjelaskan, Amerika sudah menemukan shale gas, sedangkan Indonesia memiliki sumbernya. Karena itu, dia meminta Amerika mulai berinvestasi di Indonesia untuk mengeksplorasi shale gas.

Menurut Jero, Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang lebih dulu mengembangkan shale gas dan termasuk sukses dalam mengembangkan shale gas. Dampak dari pengembangan itu, harga gas di AS turun tajam karena ketersediaan gas yang melimpah dari shale gas.

Di negara tersebut, lanjutnya, pengembangan shale gas tidak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar, sebaliknya dilakukan perusahaan-perusahaan kecil. Kemudian, perusahaan-perusahaan AS yang mengembangkan shale gas membentuk asosiasi khusus untuk pengembangan migas nonkonvensional yang tidak dicampuri perusahaan pendukung lainnya.

"Ini memudahkan mereka untuk saling bertukar pengalaman dan ilmu," kata dia.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), potensi shale gas Indonesia diperkirakan sekitar 574 TSCF. Lebih besar jika dibandingkan CBM yang sekitar 453,3 TSCF dan gas bumi 334,5 TSCF. Hingga saat ini terdapat tujuh cekungan di Indonesia yang mengandung shale gas dan satu berbentuk klasafet formation.

Cekungan terbanyak berada di Sumatera, berjumlah tiga cekungan, seperti Baong Shale, Telisa Shale dan Gumai Shale. Sedangkan di Pulau Jawa dan Kalimantan, shale gas masing-masing berada di dua cekungan. Di Papua, berbentuk klasafet formation.

Shale gas merupakan gas yang diperoleh dari serpihan batuan shale atau tempat terbentuknya gas bumi. Proses yang diperlukan untuk mengubah batuan shale menjadi gas sekitar lima tahun.

"Saat ini, pemerintah tengah menyusun aturan hukum pengembangan shale gas agar mereka lebih tertarik, " jelasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tarik Investor Migas,...
Tarik Investor Migas, Kementerian ESDM Pangkas Perizinan
Banyak Proyek Migas...
Banyak Proyek Migas Alami Stagnasi, Investasi Tak Capai Target
Kementerian ESDM: Manajemen...
Kementerian ESDM: Manajemen Risiko Mutlak bagi Bisnis Migas
Kementerian ESDM Usulkan...
Kementerian ESDM Usulkan Industri Hulu Migas Bebas Pajak
Kementerian ESDM Bakal...
Kementerian ESDM Bakal Lelang 3 WK Migas Terminasi Akhir Tahun Ini
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Migas, Kementerian ESDM Siapkan Insentif dan Kebijakan Baru
Berita Terkini
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
24 menit yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
32 menit yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
37 menit yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
1 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
1 jam yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
1 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved