Kehadiran Obama di APEC 2013 diragukan

Kamis, 03 Oktober 2013 - 11:34 WIB
Kehadiran Obama di APEC...
Kehadiran Obama di APEC 2013 diragukan
A A A
Sindonews.com - Ketua APEC Bisnis Advisory Council (ABAC) Wisnu Wardhana masih belum bisa memastikan apakah Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama dapat hadir dalam acara Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) 2013 atau tidak.

"Obama masih Insya Allah hadir," ujarnya di Hotel Ayana, Bali, Kamis (3/10/2013).

Ketidakjelasan kedatangan Obama tersebut ditengarai terjadi karena permasalahan shutdown pemerintahan AS atas ketidakcocokan pembahasan anggaran dengan parlemen AS.

Seperti diketahui, Pemerintah Amerika secara resmi menghentikan kegiatan lembaga pemerintahannya. Ini merupakan tragedi buruk dalam sejarah Negeri Paman Sam dalam 17 tahun terakhir.

Keputusan pahit ini diambil setelah partai Republik menolak dana darurat yang diajukan sebagai solusi permasalahan krisis anggaran oleh Presiden AS Barack Obama. Kebijakan artinya juga menolak paket kebijakan kesejahteraan yang diusung Obama dalam kampanyenya.

"Republik tetap bermain dalam permainan," ujar Pemimpin Partai Demokrat wilayah Nevada, seperti dikutip Yahoonews, Selasa (1/10/2013).

Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Barrack Obama telah mengonfirmasi kehadirannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di Bali, Oktober 2013. Obama beserta Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping termasuk kepala negara yang paling awal mengonfirmasi keikutsertaannya dalam APEC di Bali.

Mulai 4 Oktober, kawasan Nusa Dua akan disterilkan dari kendaraan roda dua maupun roda empat yang tidak memiliki tanda stiker khusus. Petugas hanya membolehkan masuk kendaraan roda empat yang memiliki stiker khusus. Itupun setelah melewati pemeriksaan cukup ketat terhadap identitas dan barang bawaan.

Mereka yang tidak memiliki keterkaitan dengan kegiatan APEC tidak diperkenankan masuk kawasan elit yang terintegrasi di bawah pengelolaan Bali Tourisme Development Corporation (BTDC). Pemberlakuan pengetatan keamanan di kawasan Nusa Dua termasuk steriliasi itu baru akan berakhir sampai 8 Oktober 2013.

Sterilisasi kawasan diberlakukan sehari menjelang kedatangan Presiden Obama yang dijadwalkan tiba di Bali pada Jumat 5 Oktober ini. Untuk kedatangan Obama telah disiapkan lokasi pendaratan khusus Helipad di Pulau Peninsula, Nusa Dua.

“Sejauh ini belum ada perubahan rencana kedatangan Obama, masih seperti rencana semula," jelas Kepala Penerangan Kodam IX Udayana Kolonel Wing Handoko secara terpisah.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mendag Dorong Anggota...
Mendag Dorong Anggota APEC Kolaborasi Pulihkan Ekonomi Akibat Pandemi
Padat, Ini Rangkaian...
Padat, Ini Rangkaian Agenda Jokowi Hari Ini di KTT APEC Thailand
Setelah G20 di Bali,...
Setelah G20 di Bali, KTT APEC Digelar di Thailand
Presiden Prabowo Tiba...
Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan, Bakal Hadiri KTT APEC
Tergabung di 3 Forum...
Tergabung di 3 Forum Kerja Sama Internasional, Menko Airlangga: Indonesia Punya Posisi Strategis
Menko Airlangga dan...
Menko Airlangga dan Pemimpin Ekonomi APEC Dorong Kolaborasi Teknologi antara Pemerintah dan Dunia Usaha
Berita Terkini
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
40 menit yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
3 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
3 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
4 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
6 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved