IMF: Default utang AS jauh lebih bahaya dari shutdown

Jum'at, 04 Oktober 2013 - 14:53 WIB
IMF: Default utang AS...
IMF: Default utang AS jauh lebih bahaya dari shutdown
A A A
Sindonews.com - Christine Lagarde, managing director Dana Moneter Internasional (IMF), memperingatkan bahwa kegagalan AS menaikkan plafon utang negara (debt ceiling) bisa jauh lebih buruk daripada shutdown pemerintah yang terjadi saat ini.

Ekonomi terbesar di dunia itu telah terjebak dalam shutdown pemerintah sejak 1 Oktober lalu, setelah Partai Republik dan Demokrat gagal mencapai kesepakatan anggaran untuk pelayanan dan kesehatan tahun depan.

Namun, Lagarde mengatakan AS menghadapi masalah yang jauh lebih besar jika gagal menaikkan plafon utang pada 17 Oktober mendatang, batas pinjaman yang memaksa negara mungkin mengalami default utang.

Dia mengatakan, bahwa kegagalan untuk menaikkan plafon, yang saat ini berada di angka USD16,7 triliun (10,3 triliun euro), akan mengirim gelombang kejutan di seluruh sistem keuangan global.

"Shutdown pemerintah cukup buruk, tapi kegagalan untuk menaikkan plafon utang akan jauh lebih buruk, dan sangat serius tidak hanya merusak ekonomi AS, sehingga 'mission-critical' penyebab situasi ini harus segera diselesaikan," tegasnya, seperti dilansir dari IFA Online, Jumat (4/10/2013).

Komentar bos IMF itu sejalan dengan Departemen Keuangan AS, yang telah memperingatkan Kongres bahwa kebuntuan atas plafon utang dapat menyebabkan resesi, sebanding atau lebih buruk dari krisis keuangan 2008 dan default yang belum pernah terjadi sebelumnya memiliki potensi menjadi bencana.

Sementara itu, laporan pekerjaan AS yang banyak digunakan oleh para ekonom sebagai indikator pemulihan ekonomi, telah tertunda karena shutdown. Wall Street melemah semalam, dengan S&P 500 ditutup 0,9 persen turun di angka 1.677 karena investor takut mengambil keuntungan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Bantuan Ekonomi Amerika...
Bantuan Ekonomi Amerika untuk Greenland Berbuntut Panjang
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
34 menit yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
48 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved