Rupiah ditutup terapresiasi ke Rp11.318/USD
Jum'at, 04 Oktober 2013 - 16:31 WIB
Rupiah ditutup terapresiasi ke Rp11.318/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari terakhir pekan ini terapresiasi di tengah terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena ditekan aksi jual oleh investor asing.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada sore ini berada di level Rp11.318/USD atau menguat poin 149 poin dibanding penutupan Kamis (3/10/2013) sore di level Rp11.530/USD. Posisi rupiah terkuat sore ini berada di level Rp11.146/USD dan terlemah di level Rp11.561/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp11.556/USD atau melemah 21 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.535/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik sore hari ini di level Rp11.520/USD, dengan kisaran Rp11.505-11.535/USD. Posisi ini terapresiasi 10 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp11.530/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas juga mencatat bahwa rupiah hari ini di level Rp11.523/USD atau menguat 5 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.528/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, melemahnya IHSG pada hari ini sempat memberi tekanan terhadap rupiah. Namun, Bank Indonesia tetap menjaga pergerakan nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya.
Di samping itu, kekhawatiran terhadap gagal bayar utang Amerika Serikat dan berlanjutnya shutdown ekonomi Amerika Serikat (AS) menekan Wall Street dan mata uang dolar (USD), sehingga sejumlah mata uang lainnya menguat, termasuk Indonesia.
Sentimen lain yang juga memberi imbas positif terhadap rupiah, seperti masih adanya euforia data ekonomi makro Indonesia yang positif dan hasil lelang FX swap yang diselanggarakan BI kemarin mendapat respon positif pelaku pasar, dimana berhasil dimenangkan USD1,27 miliar atau melebihi target senilai USD400 juta.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada sore ini berada di level Rp11.318/USD atau menguat poin 149 poin dibanding penutupan Kamis (3/10/2013) sore di level Rp11.530/USD. Posisi rupiah terkuat sore ini berada di level Rp11.146/USD dan terlemah di level Rp11.561/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp11.556/USD atau melemah 21 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.535/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik sore hari ini di level Rp11.520/USD, dengan kisaran Rp11.505-11.535/USD. Posisi ini terapresiasi 10 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp11.530/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas juga mencatat bahwa rupiah hari ini di level Rp11.523/USD atau menguat 5 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.528/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, melemahnya IHSG pada hari ini sempat memberi tekanan terhadap rupiah. Namun, Bank Indonesia tetap menjaga pergerakan nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya.
Di samping itu, kekhawatiran terhadap gagal bayar utang Amerika Serikat dan berlanjutnya shutdown ekonomi Amerika Serikat (AS) menekan Wall Street dan mata uang dolar (USD), sehingga sejumlah mata uang lainnya menguat, termasuk Indonesia.
Sentimen lain yang juga memberi imbas positif terhadap rupiah, seperti masih adanya euforia data ekonomi makro Indonesia yang positif dan hasil lelang FX swap yang diselanggarakan BI kemarin mendapat respon positif pelaku pasar, dimana berhasil dimenangkan USD1,27 miliar atau melebihi target senilai USD400 juta.
(rna)