Indonesia harus belajar dari kinerja Rusia di APEC 2012

Selasa, 08 Oktober 2013 - 12:51 WIB
Indonesia harus belajar...
Indonesia harus belajar dari kinerja Rusia di APEC 2012
A A A
KTT APEC di Bali telah berakhir. Kini adalah waktu yang tepat untuk mulai berpikir lebih dari sekadar kinerja Indonesia tetapi juga ekonomi lain dalam forum ini.

Banyak orang mengatakan, bahwa Indonesia telah melakukan pekerjaan yang baik dengan Bali extravaganza-nya, tapi sukses sebenarnya masih perlu waktu dan bukti.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Center for Democracy and International Affairs dari Universitas Internasional Virginia pada Senin, karena tidak optimalnya kinerja Rusia setelah menjadi tuan rumah APEC tahun lalu, negeri ini telah kehilangan kesempatan di kawasan untuk menjadi kekuatan penting dalam tatanan perekonomian dan politik.

Apabila kita lihat dengan teliti lagi apa yang Rusia telah lakukan dengan baik dan tahu letak kegagalannya, kita bisa mendapat pelajaran yang penting dan bisa diaplikasikan Indonesia. Rusia telah melakukan pekerjaan yang baik pada KTT APEC 2012 dan ini diakui oleh banyak peserta dari ekonomi lain.

Kesuksesan Rusia terutama dalam program ABAC, dimana para pengusaha Rusia telah berhasil menggagas beberapa ide yang sangat bagus, baik untuk pengembangan Rusia dan kemakmuran ekonomi anggota APEC.

Mari kita lihat apa yang Rusia tawarkan: prakarsa food security, kerangka kemitraan sektor swasta dan penyelesaian beberapa masalah logistik kawasan.

Nilai efek ekonomi keseluruhan dari harmonisasi peraturan dan prosedur kepabeanan, implementasi teknologi identifikasi, otomatisasi bidang transportasi, alih teknologi serta implemen tadi solusi baru di bidang distribusi makanan akan mendekati satu triliun dollar pada 2020. Rusia adalah yang paling diuntungkan. Hal ini disebabkan kesempatan meningkatkan pasokan gandum dan produk pertanian lainnya ke berbagai ekonomi yang berpenduduk banyak yang masih kekurangan asupan gizi dapat ditekan karena peningkatan transit kargo melalui wilayah Rusia, serta investasi asing di berbagai prasarana.

Dunia mengakui kesuksesan kepemimpinan Rusia pada APEC tahun lalu dan perannya diakui penting di kawasan Asia-Pasifik. Pemerintah belajar menghasilkan kinerja dalam konteks kerja multi aspek APEC. Demikian pula kalangan bisnis yang tergabung dalam Dewan Penasihat Bisnis APEC (ABAC) yang makin membuktikan kemampuan dan kepemimpinan mereka dalam mengusulkan inisiatif yang praktis serta efektif.

Namun keberhasilan 2012 yang seharusnya dijalankan pada 2013 tidak terwujud. Prakarsa yang dikemukakan pemimpin Rusia pada tahun tersebut termasuk pengusaha seharusnya ditindaklanjuti pada tahun ini. Instansi pemerintah juga telah mengurangi keterlibatannya pada berbagai tugas-tugas APEC, termasuk perwakilan bisnis tidak lagi mengindahkan hasil rumusan ABAC.

"Kepemimpinan Indonesia tahun ini cukup sukses. Tahun lalu, Rusia menjadi tuan rumah yang baik, akan tetapi tahun ini partisipasi Rusia pada ABAC kurang kentara” kata anggota senior, Anthony Nightingale sebagai ketua salah satu kelompok kerja di ABAC.

Sebagai contoh yang signifikan, inisiatif Rusia dengan ABAC yang mengusulkan dibukanya daftar proyek infrastuktur untuk kerja sama internasional, termasuk kerangka kerja sama sektor publik swasta. Delegasi Rusia pada ABAC 2012 sepakat bermitra untuk merumuskan kebijakan dan prosedur yang efektif dan membentuk sayap atau divisi yang berisi tiga perwakilan dari sektor makanan dalam payung kebijakan partnership on food security (PFFS).

Sebagai hasilnya, PFFS melakukan pertemuan pertama di Kazan pada Mei 2012, dipimpin oleh perwakilan pengusaha dari Rusia. Fakta bahwa dua pertiga dari penduduk dunia yang kekurangan gizi hidup di kawasan Asia-Pasifik, Rusia memiliki peluang bagus untuk mengekspor produk makanannya (diperkirakan nilainya bisa mencapai USD100 miliar pada 2020 di Asia-Pasifik saja). PFFS dimaksudkan sebagai wadah kemitraan antara perusahaan Rusia dengan perusahaan asing serta konsumen swasta lainnya.

Lebih dari itu, perwakilan dari wilayah penting dalam konteks kerja sama ini agak kecewa karena ketidak konsistenan Rusia yang berakibat rusaknya daya pikat negara tersebut yang selama ini telah terbentuk, yaitu sebuah kekuatan yang persuasif. Cukup menarik adalah Indonesia sebenarnya tertarik untuk kerja sama ini tetapi Rusia terkesan tidak bergairah dan berminat lagi. Untuk menyimpulkan, mari kita simak apa yang Indonesia pelajari dari perpektif dan pengalaman Rusia pada forum ini.

Sekarang ketika forum Ketuanrumahan APEC 2013 sudah selesai, namun pekerjaan sebenarnya baru saja dimulai. Apabila sekarang kita meninggalkan APEC, maka negara lain akan mendorong agenda mereka dan ide dari Indonesia mungkin tidak akan diindahkan. Hal lain yang juga penting agar tim yang sudah terbukti berhasil jangan diganti. Pada akhirnya, APEC dirancang sebagai forum komunitas bisnis yang wajib memainkan peran besar dalam kawasan ini jika mereka meyakininya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mendag Dorong Anggota...
Mendag Dorong Anggota APEC Kolaborasi Pulihkan Ekonomi Akibat Pandemi
Padat, Ini Rangkaian...
Padat, Ini Rangkaian Agenda Jokowi Hari Ini di KTT APEC Thailand
Setelah G20 di Bali,...
Setelah G20 di Bali, KTT APEC Digelar di Thailand
Presiden Prabowo Tiba...
Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan, Bakal Hadiri KTT APEC
Tergabung di 3 Forum...
Tergabung di 3 Forum Kerja Sama Internasional, Menko Airlangga: Indonesia Punya Posisi Strategis
Menko Airlangga dan...
Menko Airlangga dan Pemimpin Ekonomi APEC Dorong Kolaborasi Teknologi antara Pemerintah dan Dunia Usaha
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
5 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
8 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
9 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved