Kurangi limbah, batik Laweyan beralih ke warna alami

Selasa, 08 Oktober 2013 - 12:57 WIB
Kurangi limbah, batik...
Kurangi limbah, batik Laweyan beralih ke warna alami
A A A
Sindonews.com - Guna mengurangi produksi limbah yang mencemari kali Jenes beberapa tahun terakhir ini, para produsen batik di Kawasan Industri Kampung Batik Laweyan, bakal beralih menggunakan pewarna alami yang berasal dari bahan alam.

Ketua Paguyuban perajin Batik Laweyan, Alfa Pabela menyebutkan, ke depannya para perajin batik bakal beralih menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan. Sehingga limbah yang masuk ke alur kali Jenes bisa diminimalisasi.

Ia mengatakan, untuk saat ini pihaknya mengakui jika para perajin batik di Kawasan Laweyan masih menggunakan bahan-bahan kimia yang mengganggu ekosistem lingkungan di sepanjang alur kali Jenes. Akan tetapi hal itu terpaksa dilakukan guna mejamin kelangsungan hidup para perajin batik yang ada di kawasan tersebut.

Selain itu, pembuangan limbah ke kali Jenes tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya saat ini Pemerintah Kota Solo baru menyediakan satu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kampung tersebut. Padahal jumlah tersebut masih kurang mencukupi untuk menampung limbah batik yang dihasilkan oleh produsen.

Ia memperkirakan, jumlah limbah yang tertampung dalam satu IPAL tersebut berkisar pada angka 50-70 persen dari total limbah yang dihasilkan. Dengan kondisi itu, mau tidak mau limbah disalurkan oleh para perajin menuju ke aliran sungai tersebut, hingga kondisinya seperti sekarang ini.

Ia mengatakan, seharusnya Pemkot Solo, mau ambil tindakan untuk membangun instalasi limbah baru yang lebih besar dan menampung seluruh limbah batik yang dihasilkan. Akan tetapi hal itu tak kunjung dilakukan oleh Pmekot Solo. Padahal usulan tersebut sudah dilakukan sejak lima tahun silam, namun tidak ada realisasinya.

“Kita bakal beralih mengggunakn warna alam untuk mengurangi limbah yang ada, akan tetapi harusnya diimbagi oleh Pemkot dengan membangun IPAL baru di kawasan ini. Dengan seperti itu kali Jenes bakal bersih kembali,” ucapnya kepada Wartawan, Selasa (8/10/2013).

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup, BLH Solo, Luluk Nurhayati menyebutkan, pihaknya bakal melakukan rehabilitasi IPAL pada 2013 ini.

Untuk sementara ini pihaknya juga mengaku sudah melakukan normalisasi sungai sepanjang tiga kilometer. Akan tetapi untuk sementara normalisasi dihentikan karena kendala akses masuk ke lapangan yang cukup sempit.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Mendorong Industri Tekstil...
Mendorong Industri Tekstil Tanah Air Mengedepankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
6 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
7 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
7 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
7 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved