CIMB Niaga targetkan pertumbuhan kredit 17% tahun depan

Kamis, 10 Oktober 2013 - 15:58 WIB
CIMB Niaga targetkan...
CIMB Niaga targetkan pertumbuhan kredit 17% tahun depan
A A A
Sindonews.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menargetkan pertumbuhan kredit perseroan sebesar 15-17 persen tahun depan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen.

Perseroan mengingatkan pertumbuhan kredit itu mempunyai hubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi kedepan.

Direktur Utama BNGA, Arwin Rasyid menilai, neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2013 sudah tercatat surplus. Hal ini disebabkan penurunan impor minyak dan gas bumi (migas) yang signifikan.

Menurutnya, kondisi ini menjadi titik terang perbaikan ekonomi Indonesia. Selain deflasi yang terjadi pada September 2013 juga menjadi kabar baik bagi perbaikan perekonomian nasional.

"Sudah ada titik terang pada Agustus. Neraca perdagangannya surplus. Lalu deflasi sedangkan sebelumnya inflasi terus. Hal ini semoga memperkuat perekonomian di tahun depan," kata Arwin saat pemaparan outlook economy 2014 di Jakarta, Kamis (10/10/2013).

Dia mengatakan, sebelumnya banyak keraguan di kalangan pelaku ekonomi sejak gejolak ekonomi muncul di Indonesia. Dolar AS yang menyentuh Rp11.500 per rupiah, suku bunga acuan (BI Rate) naik cepat, dan inflasi yang tinggi menjadi indikator munculnya gejolak ekonomi di dalam negeri.

Saat ini, dia menilai hal tersebut sudah terjawab dalam perkembangan ekonomi terkini. "Sudah ada langkah yang dilakukan dari BI dengan menaikkan rate dan menekan ekspektasi kenaikan laju inflasi, serta upaya untuk menjaga kestabilan rupiah," ujarnya.

Arwin juga mengatakan, kebijakan Loan to Value (LTV) di sektor properti yang resmi diberlakukan beberapa pekan lalu, dampaknya dirasakan pada penyaluran kredit. Khususnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang melambat.

Namun, kebijakan LTV justru berdampak positif. Hal ini dikarenakan, regulasi ini akan efektif mencegah spekulan di kredit perumahan. "Pengaruhnya akan terjadi pelambatan kredit di KPR dan KKB (kredit kendaraan bermotor), tapi itu tidak masalah," ujarnya.

Menurut dia, kalau rumah pertama itu memang kebutuhan esensial, sementara kalau rumah ketiga bahkan keempat kemungkinannya spekulasi. "Hal ini adalah langkah baik dari BI yang harus kita apresiasi," katanya.

Pihaknya juga mengingatkan krisis ekonomi yang terjadi di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat saat ini masih berdampak pada perekonomian nasional. Selain itu, juga kedepan kondisi politik menjelang Pemilu 2014 masih menjadi sejumlah isu utama yang akan mewarnai perekonomian.

Namun, Arwin mengaku optimistis kondisi tersebut tidak akan memengaruhi secara signifikan perekonomian nasional. Hal itu terlihat dari persiapan pemerintah dalam melindungi perekonomian dengan mengeluarkan berbagai aturan, baik oleh Bank Indonesia atau Kementerian/Lembaga terkait.

"Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan sejumlah kebijakan ekonomi untuk mengantisipasi hal ini. Selain itu, BI selaku regulator perbankan juga telah menaikkan suku bunga acuan beberapa kali. Langkah ini dilakukan sebagai respon pemerintah terhadap perekonomian," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lani Darmawan Resmi...
Lani Darmawan Resmi Jabat Presdir CIMB Niaga Gantikan Tigor M Siahaan
Presiden Direktur CIMB...
Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor Siahaan Resmi Mengundurkan Diri
Rekam Jejak Tigor M...
Rekam Jejak Tigor M Siahaan yang Baru Mundur dari Posisi Dirut CIMB Niaga
CIMB Niaga Angkat Dato’...
CIMB Niaga Angkat Dato’ Abdul Rahman Ahmad Sebagai Komisaris
Kuartal I, CIMB Niaga...
Kuartal I, CIMB Niaga Finance Bukukan Kenaikan Aset 64%
Cimb Niaga Beri Diskon...
Cimb Niaga Beri Diskon Belanja Online Selama Ramadhan
Berita Terkini
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
3 menit yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
17 menit yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
37 menit yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
49 menit yang lalu
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
56 menit yang lalu
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
1 jam yang lalu
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved