Kebuntuan pagu utang buat Wall Street terkoreksi
Rabu, 16 Oktober 2013 - 08:48 WIB
Kebuntuan pagu utang buat Wall Street terkoreksi
A
A
A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir terkoreksi setelah selama sesi perdagangan bergerak fluktuatif. Hal itu dipicu kebuntuan pagu utang di Washington yang belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan.
Pasar makin tertekan setelah Fitch Ratings memberikan peringkat AAA dengan prospek negatif kepada Amerika Serikat menyusul macetnya masalah pagu utang.
"Meskipun Fitch tetap percaya bahwa pagu utang akan dinaikkan segera, namun bahaya politik dan fleksibilitas pembiayaan yang dikurangi bisa meningkatkan risiko default AS," tulis lembaga pemeringkat dalam pernyataannya seperti dilansir Reuters, Rabu (16/10/2013).
Langkah ini juga dilakukan Standard & Poor pada bulan Agustus 2011, ketika S&P menurunkan peringkat kredit AS karena kemacetan politik terkait pagu utang.
"Terakhir kali hal semacam ini terjadi, namun dampak praktis pada pasar tidak signifikan. Tapi kali ini, saya tidak tahu apa dampaknya bisa signifikan," kata Portofolio Manager di Pioneer Investment Management John Carey.
Selama sesi Selasa, para pelaku pasar menahan melakukan pembelian dalam jumlah besar mengingat ketidakpastian politik, yang dibayangi beberapa kinerja emiten.
Koreksi meluas, dimana semua sektor di indeks S&P 500 terkoreksi. Sementara tigaperempat dari saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange berakhir melemah dan 68 persen saham yang terdaftar di Nasdaq anjlok.
Mendekati batas waktu tanggal 17 Oktober 2013, DPR harus setuju untuk memperpanjang pagu pinjaman AS sebesar USd16,7 triliun atau negara akan mengalami risiko default utang yang selama ini belum pernah terjadi.
Namun, Gedung Putih dan Senat menolak tawaran terbaru DPR, sementara pemimpin Republik juga gagal mendapatkan dukungan dari partai mereka.
Pasar saham sebagian besar telah berhasil menghindari kerugian tajam karena optimisme bahwa anggota parlemen akan setuju untuk mengakhiri shutdown pemerintah parsial dan menaikkan pagu utang. Pada saat yang sama, volatilitas dipengaruhi tenggat waktu yang makin dekat dengan kemajuan yang minim.
Semalam, indeks Dow Jones berakhir turun 133,25 poin atau 0,87 persen ke 15.168,01; indeks S&P 500 turun 12,08 poin atau 0,71 persen menjadi 1.698,06; indeks Nasdaq turun 21,26 poin atau 0,56 persen ke 3.794,01.
Pasar makin tertekan setelah Fitch Ratings memberikan peringkat AAA dengan prospek negatif kepada Amerika Serikat menyusul macetnya masalah pagu utang.
"Meskipun Fitch tetap percaya bahwa pagu utang akan dinaikkan segera, namun bahaya politik dan fleksibilitas pembiayaan yang dikurangi bisa meningkatkan risiko default AS," tulis lembaga pemeringkat dalam pernyataannya seperti dilansir Reuters, Rabu (16/10/2013).
Langkah ini juga dilakukan Standard & Poor pada bulan Agustus 2011, ketika S&P menurunkan peringkat kredit AS karena kemacetan politik terkait pagu utang.
"Terakhir kali hal semacam ini terjadi, namun dampak praktis pada pasar tidak signifikan. Tapi kali ini, saya tidak tahu apa dampaknya bisa signifikan," kata Portofolio Manager di Pioneer Investment Management John Carey.
Selama sesi Selasa, para pelaku pasar menahan melakukan pembelian dalam jumlah besar mengingat ketidakpastian politik, yang dibayangi beberapa kinerja emiten.
Koreksi meluas, dimana semua sektor di indeks S&P 500 terkoreksi. Sementara tigaperempat dari saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange berakhir melemah dan 68 persen saham yang terdaftar di Nasdaq anjlok.
Mendekati batas waktu tanggal 17 Oktober 2013, DPR harus setuju untuk memperpanjang pagu pinjaman AS sebesar USd16,7 triliun atau negara akan mengalami risiko default utang yang selama ini belum pernah terjadi.
Namun, Gedung Putih dan Senat menolak tawaran terbaru DPR, sementara pemimpin Republik juga gagal mendapatkan dukungan dari partai mereka.
Pasar saham sebagian besar telah berhasil menghindari kerugian tajam karena optimisme bahwa anggota parlemen akan setuju untuk mengakhiri shutdown pemerintah parsial dan menaikkan pagu utang. Pada saat yang sama, volatilitas dipengaruhi tenggat waktu yang makin dekat dengan kemajuan yang minim.
Semalam, indeks Dow Jones berakhir turun 133,25 poin atau 0,87 persen ke 15.168,01; indeks S&P 500 turun 12,08 poin atau 0,71 persen menjadi 1.698,06; indeks Nasdaq turun 21,26 poin atau 0,56 persen ke 3.794,01.
(rna)
Lihat Juga :