Rupiah dibuka terdepresiasi
Rabu, 16 Oktober 2013 - 09:34 WIB
Rupiah dibuka terdepresiasi
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi ini terdepresiasi setelah kemarin berhasil ditutup menguat.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (15/10/2013) pagi ini dibuka pada level Rp10.944/USD atau melemah 42 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp10.904/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.335/USD, melemah dibanding hari kemarin di level Rp10.884/USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews, bersumber dari Limas juga mencatat bahwa rupiah pagi hari ini di level Rp11.338/USD, menguat dibanding posisi akhir pekan lalu di level Rp11.463/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah hari ini akan mengikuti laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG pada awal sesi perdagangan sempat dibuka menguat, namun kembali ke zona hijau terseret pelemahan yang terjadi pada Bursa Wall Street semalam.
Adapun masalah kebuntuan pagu utang Amerika Serikat (AS) yang mendekati batas waktu pada 17 Oktober 2013 waktu setempat sebagai imbas negatif rontoknya Wall Street.
Kendati demikian, sentimen positif masih datang dari maraknya pemberitaan dukungan Presiden Barack Obama kepada Janet Yellen sebagai calon tunggal pengganti Gubernur The Fed saat ini, Ben Bernanke.
"Rentang laju rupiah berada pada Rp11.540-11.450/USD merujuk kurs tengah BI," terang Reza, Rabu (16/10/2013).
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada akhir pekan lalu di level Rp11.475/USD, menguat 67 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.542/USD.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (15/10/2013) pagi ini dibuka pada level Rp10.944/USD atau melemah 42 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp10.904/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.335/USD, melemah dibanding hari kemarin di level Rp10.884/USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews, bersumber dari Limas juga mencatat bahwa rupiah pagi hari ini di level Rp11.338/USD, menguat dibanding posisi akhir pekan lalu di level Rp11.463/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah hari ini akan mengikuti laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG pada awal sesi perdagangan sempat dibuka menguat, namun kembali ke zona hijau terseret pelemahan yang terjadi pada Bursa Wall Street semalam.
Adapun masalah kebuntuan pagu utang Amerika Serikat (AS) yang mendekati batas waktu pada 17 Oktober 2013 waktu setempat sebagai imbas negatif rontoknya Wall Street.
Kendati demikian, sentimen positif masih datang dari maraknya pemberitaan dukungan Presiden Barack Obama kepada Janet Yellen sebagai calon tunggal pengganti Gubernur The Fed saat ini, Ben Bernanke.
"Rentang laju rupiah berada pada Rp11.540-11.450/USD merujuk kurs tengah BI," terang Reza, Rabu (16/10/2013).
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada akhir pekan lalu di level Rp11.475/USD, menguat 67 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.542/USD.
(rna)