BORN masih fokus jual 20% saham Asmin Koalindo
Rabu, 16 Oktober 2013 - 18:22 WIB
BORN masih fokus jual 20% saham Asmin Koalindo
A
A
A
Sindonews.com - PT Borneo Lumbung Energy and Metal Tbk (BORN) mengaku tengah fokus untuk melakukan penjualan 20 persen saham anak usahanya, PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT).
"Sejauh ini investor strategis terus melakukan pembicaraan dengan BORN terkait pembelian AKT. Untuk penjualan diperkirakan akan selesai di akhir kuartal pertama 2014," kata Presiden Direktur BORN, Alexander Ramlie di Grand Indonesia Kempinsky Jakarta, Rabu (16/10/2013).
Alexander mengatakan, dana hasil penjualan rencananya akan dipakai sebagian untuk melunasi utang perseroan kepada bank asal Inggris, Standard Chartered Bank sebesar USD1 miliar. "Utang yang sudah dibayar sekitar USD205 juta," ujarnya.
Selain dari penjualan AKT, lanjut dia, pelunasan utang juga akan diperoleh dari dividen tunai anak usaha Bumi Plc. Setidaknya perseroan akan menerima dividen senilai USD200 juta dari Bumi Plc yang sebagian bisa dipakai untuk pelunasan utang.
Sehingga, perseroan menargetkan pelunasan utang kepada Standard Chartered Bank berkisar USD300 juta hingga USD500 juta. "Sisa utang rencananya akan direstrukturisasi. Kami mengharapkan perseroan dapat memperpanjang tenor utang hingga delapan tahun dengan bunga tetap," pungkas dia.
Sebelumnya diketahui bahwa BORN memiliki utang kepada Standard Chartered sebesar USD1 miliar dengan tenor lima tahun dengan tingkat bunga 5,65 persen. Pembayaran dilakukan secara triwulanan mulai 30 September 2012.
"Sejauh ini investor strategis terus melakukan pembicaraan dengan BORN terkait pembelian AKT. Untuk penjualan diperkirakan akan selesai di akhir kuartal pertama 2014," kata Presiden Direktur BORN, Alexander Ramlie di Grand Indonesia Kempinsky Jakarta, Rabu (16/10/2013).
Alexander mengatakan, dana hasil penjualan rencananya akan dipakai sebagian untuk melunasi utang perseroan kepada bank asal Inggris, Standard Chartered Bank sebesar USD1 miliar. "Utang yang sudah dibayar sekitar USD205 juta," ujarnya.
Selain dari penjualan AKT, lanjut dia, pelunasan utang juga akan diperoleh dari dividen tunai anak usaha Bumi Plc. Setidaknya perseroan akan menerima dividen senilai USD200 juta dari Bumi Plc yang sebagian bisa dipakai untuk pelunasan utang.
Sehingga, perseroan menargetkan pelunasan utang kepada Standard Chartered Bank berkisar USD300 juta hingga USD500 juta. "Sisa utang rencananya akan direstrukturisasi. Kami mengharapkan perseroan dapat memperpanjang tenor utang hingga delapan tahun dengan bunga tetap," pungkas dia.
Sebelumnya diketahui bahwa BORN memiliki utang kepada Standard Chartered sebesar USD1 miliar dengan tenor lima tahun dengan tingkat bunga 5,65 persen. Pembayaran dilakukan secara triwulanan mulai 30 September 2012.
(izz)
Lihat Juga :