Rupiah diperkirakan melemah
Jum'at, 18 Oktober 2013 - 08:47 WIB
Rupiah diperkirakan melemah
A
A
A
Sindonews.com - Kebuntuan Amerika Serikat (AS) yang telah dipecahkan, serta kembali berjalannya roda pemerintahan yang sempat shutdown selama 16 hari telah memberi dorongan terhadap mata uang dollar Amerika Serikat (USD) untuk kembali bersinar.
Seiring menguatnya USD, justru menjadi momok yang berkhir pada sentimen negatif bagi mata uang negara-negara emerging market termasuk rupiah yang diperkirakan akan mengalami pelemahan pada perdagangan akhir pekan ini.
"Bersamaan dengan meredanya kekhawatiran akan shutdown ekonomi AS yang berkepanjangan membuat daya tarik USD kembali mengalami kenaikan. Sebaliknya sentimen tersebut kembali melemahkan nilai tukar rupiah, walau dalam penutupan perdagangan BI penurunan yang terjadi tidak terlalu signifikan," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (18/10/2013).
Potensi pelemahan tersebut juga merujuk pada laju rupiah yang tercatat pada penutupan perdagangan kemarin. Bank Indonesia mencatat rupiah mengalami penurunan meski tidak terlalu signifikan.
Padahal, menurut Reza, laju USD hanya mengalami kenaikan tipis karena sentimen dari akan tercapainya kesepakatan anggaran AS terhalangi dengan eskpektasi The Fed akan mempertahankan program stimulusnya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi AS.
"Rupiah masih berada di kisaran Rp11.462-11.297. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.389-11.318 per USD (merujuk kurs tengah BI)," papar Reza.
Selain itu, lanjut Reza, adanya pernyataan Menko Perekonomian bahwa shutdown ekonomi AS belum berdampak signifikan pada ekonomi Indonesia ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah dan pembukaan pasar saham Eropa yang negatif mendorong market tidak terlalu panik, sehingga pelemahan terhadap rupiah pun masih dalam batas yang terkendali.
"Shutdown AS belum berdampak signifikan terhadap nilai tukar rupiah yang kemarin ditutup melemah," pungkasnya.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari kemarin berada di level Rp11.351/USD atau melemah 35 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.316/USD.
Namun, rupiah berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (17/10/2013) sore berada di level Rp11.125/USD, menguat 70 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.195/USD.
Seiring menguatnya USD, justru menjadi momok yang berkhir pada sentimen negatif bagi mata uang negara-negara emerging market termasuk rupiah yang diperkirakan akan mengalami pelemahan pada perdagangan akhir pekan ini.
"Bersamaan dengan meredanya kekhawatiran akan shutdown ekonomi AS yang berkepanjangan membuat daya tarik USD kembali mengalami kenaikan. Sebaliknya sentimen tersebut kembali melemahkan nilai tukar rupiah, walau dalam penutupan perdagangan BI penurunan yang terjadi tidak terlalu signifikan," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (18/10/2013).
Potensi pelemahan tersebut juga merujuk pada laju rupiah yang tercatat pada penutupan perdagangan kemarin. Bank Indonesia mencatat rupiah mengalami penurunan meski tidak terlalu signifikan.
Padahal, menurut Reza, laju USD hanya mengalami kenaikan tipis karena sentimen dari akan tercapainya kesepakatan anggaran AS terhalangi dengan eskpektasi The Fed akan mempertahankan program stimulusnya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi AS.
"Rupiah masih berada di kisaran Rp11.462-11.297. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.389-11.318 per USD (merujuk kurs tengah BI)," papar Reza.
Selain itu, lanjut Reza, adanya pernyataan Menko Perekonomian bahwa shutdown ekonomi AS belum berdampak signifikan pada ekonomi Indonesia ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah dan pembukaan pasar saham Eropa yang negatif mendorong market tidak terlalu panik, sehingga pelemahan terhadap rupiah pun masih dalam batas yang terkendali.
"Shutdown AS belum berdampak signifikan terhadap nilai tukar rupiah yang kemarin ditutup melemah," pungkasnya.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari kemarin berada di level Rp11.351/USD atau melemah 35 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.316/USD.
Namun, rupiah berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (17/10/2013) sore berada di level Rp11.125/USD, menguat 70 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.195/USD.
(rna)