Tekanan terhadap rupiah diperkirakan mereda

Senin, 21 Oktober 2013 - 08:31 WIB
Tekanan terhadap rupiah...
Tekanan terhadap rupiah diperkirakan mereda
A A A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada melihat potensi rupiah masih akan mengalami penguatan seiring dengan berkurangnya kekhawatiran akan shutdown ekonomi Amerika Serikat (AS).

Meski kekhawatiran akan shutdown ekonomi AS mulai berkurang, namun ternyata membawa implikasi pada pertumbuhan ekonomi AS yang tertunda selama periode terjadinya shutdown, sehingga beredar spekulasi tapering off The Fed untuk bulan ini akan kembali ditunda.

"Kondisi ini memberikan sentimen positif pada laju mata uang Asia, termasuk rupiah. Rupiah kembali berhasil melampaui target resisten Rp11.318. Berdasarkan kur BI di kisaran Rp11.327-11.285," kata Reza, Senin (21/10/2013).

Apalagi, menurut Reza, sentimen dari Asia cukup positif dimana terjadi peningkatan nilai investasi surat-surat berharga di Jepang dan kenaikan GDP China dari periode sebelumnya.

"Di sisi lain, penguatan juga didukung oleh sentimen berkurangnya kekhawatiran akan debat anggaran AS dan perkiraan stimulus The Fed masih akan dilanjutkan," ujar dia.

Pada penutupan perdagangan pekan kemarin, rupiah masih di zona positif. Sentimen kesepakatan anggaran yang dicapai pemerintah-senat AS membuat pelaku pasar kembali menjauhi mata uang USD.

Kondisi tersebut dimanfaatkan mata uang Asia termasuh rupiah untuk mengalami apresiasi. Apalagi, lembaga pemeringkat Fitch akan mengancam melakukan downgrade peringkat utang AS yang disebabkan negosiasi debt ceiling masih terus berlarut tanpa diketahui akhirnya.

Selain itu, rupiah juga terbantukan dengan penguatan yuan setelah China melaporkan kenaikan cadangan valasnya menjadi USD3,66 triliun.

Namun demikian, bersamaan dengan meredanya kekhawatiran akan shutdown ekonomi AS yang berkepanjangan membuat daya tarik USD kembali mengalami kenaikan, sehingga melemahkan nilai tukar rupiah.

Padahal di sisi lain, laju USD hanya mengalami kenaikan tipis karena sentimen dari akan tercapainya kesepakatan anggaran AS terhalangi dengan eskpektasi The Fed yang akan mempertahankan program stimulusnya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi AS.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
16 menit yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
9 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
10 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
10 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
10 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
11 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved