SKK Migas: Penerapan open access lebih efisien

Senin, 21 Oktober 2013 - 15:43 WIB
SKK Migas: Penerapan...
SKK Migas: Penerapan open access lebih efisien
A A A
Sindonews.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan, penerapan pemakaian bersama (open access) pipa gas akan memberikan keuntungan karena menekan harga gas di konsumen akhir.

Deputi Pengendalian Komersial SKK Migas Widhyawan Prawiraatmadja mengatakan, penerapan open access akan membuat bisnis gas lebih efisien dibanding harus membangun pipa baru.

"Jika ada open access, maka bisa lebih efisien dibanding harus bangun pipa baru," katanya di Jakarta, Senin (21/10/2013).

Pembangunan pipa baru, lanjutnya, bisa dengan sistem dedicated hulu. Artinya, dibangun kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Biaya pembangunan pipa dengan skema dedicated hulu akan dikembalikan melalui cost recovery.

Sistem kedua adalah dedicated hilir, yang berarti dibangun pihak ketiga atau pembelinya. "Dua sistem ini akan meningkatkan harga gas di konsumen," katanya.

Namun, open access akan menyebabkan pengaliran gas hanya membayar ongkos angkut (toll fee) yang ditentukan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Dengan demikian, biayanya tidak akan semahal jika membuat pipa baru.

Widhyawan juga mengatakan, pihaknya berkepentingan memonetisasi gas bumi yang memerlukan pipa untuk disalurkan ke konsumen akhir.

Sesuai Permen ESDM 19/2009, skema open access sudah diterapkan Oktober 2011, namun Kementerian ESDM memperpanjangnya hingga Oktober 2013. Sebelumnya, Kepala BPH Migas Andy N Sommeng mengatakan, kebijakan open access akan menguntungkan semua pihak karena bisnis berjalan adil dan akuntabel.

Sementara praktisi Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) Muhammad Said Didu menduga, dibalik berbagai tekanan yang terus dilakukan oleh sejumlah pihak, sebenarnya terdapat kepentingan sekelompok pengusaha gas untuk memanfaatkan fasilitas milik BUMN.

"Pelaksanaan open access pipa itu hanya akan menguntungkan para trader dan broker gas. Pemerintah jangan sampai kalah oleh tekanan para trader dengan mengorbankan PGN (pemilik pipa) sebagai aset BUMN yang sangat strategis," jelas Said dalam rilisnya di Jakarta, Minggu (20/10/2013).
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
September 2021, Realisasi...
September 2021, Realisasi Lifting Migas Capai 96% dari Target
Migas Non Konvensional...
Migas Non Konvensional RI Dilirik Asing, Cadangan Paling Besar Ada di Pulau Ini
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Pascapandemi, SKK Migas...
Pascapandemi, SKK Migas Siap Tawarkan Blok Migas ke Luar Negeri
KEI Akan Operasikan...
KEI Akan Operasikan Utility Boat Buatan Anak Negeri
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved