Jero Wacik: Paradigma minyak harus ditinggalkan

Senin, 21 Oktober 2013 - 16:14 WIB
Jero Wacik: Paradigma...
Jero Wacik: Paradigma minyak harus ditinggalkan
A A A
Sindonews.com - Pemerintah menargetkan tahun ini penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan melewati kuota yang telah ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengakui, mengerucutnya kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi senjata ampuh pemerintah dalam menekan konsumsi BBM. Namun, sebelum ada kenaikan harga BBM bersubsidi, pemerintah mengakui kesulitan menekan laju konsumsi BBM bersubsidi.

"Bangsa Indonesia hanya mau hemat kalau harganya mahal. Tapi kalau harga murah diapain pun tidak mau hemat," kata dia dalam acara Forum Bisnis Minyak dan Gas Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Menurut Jero, warga negara Indonesia masih memiliki paradigma bahwa minyak adalah sumber utama energi yang keberadaannya masih berlimpah. Padahal, produksi minyak negara mendekati kepunahan.

"Saya berharap Indonesia mulai cerdas membaca peta dunia. Walaupun kita harus bersyukur semua energi di Indonesia semuanya ada," kata dia.

Jero berharap, paradigma masyarakat tentang minyak harus segera ditinggalkan. Hal itu akan mendorong energi lain tumbuh ke permukaan.

"Paradigma minyak harus kita tinggalkan, pindah ke gas, batu bara dan energi terbarukan. Ini tugas besar bangsa Indonesia, tugas kita semua," papar Jero.

Dalam APBN 2013, kuota BBM bersubsidi ditetapkan sebesar 48 juta kiloliter (kl). Data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi menyebutkan, pada Januari-September 2013, realisasi penyaluran BBM bersubsidi mencapai 34,4 juta kl atau 71,6% dari kuota. Angka ini naik 3,3 persen dibanding periode yang sama pada 2012.

Distribusi BBM bersubsidi ini juga diikuti realisasi belanja subsidi BBM yang mencapai Rp143,1 triliun hingga September 2013. Pengalokasian anggaran belanja subsidi tersebut telah menghabiskan 71,6 persen dari total pagu anggaran yang dialokasikan sebesar Rp199,99 triliun dalam APBN-P 2013.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waduh, Cadangan Minyak...
Waduh, Cadangan Minyak Bisa Cuma Sampai 9 Tahun Lagi
Waduh! Cadangan Minyak...
Waduh! Cadangan Minyak RI Diproyeksi Hanya Bertahan Maksimal 10 Tahun
Kabar Gembira! ESDM...
Kabar Gembira! ESDM Ungkap Ada Potensi Tambahan Cadangan Minyak 680 Juta Barel
Banyak Harta Karun RI...
Banyak Harta Karun RI Belum Digarap, Terpendam di 68 Cekungan
Cadangan Nikel Indonesia...
Cadangan Nikel Indonesia Masih Melimpah Capai 5 Miliar Ton
Waduh! Cadangan Minyak...
Waduh! Cadangan Minyak RI Bisa Habis 9,5 Tahun Lagi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
22 menit yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
51 menit yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved