UMK 2014 Salatiga diminta minimal sesuai KHL

Senin, 21 Oktober 2013 - 18:49 WIB
UMK 2014 Salatiga diminta...
UMK 2014 Salatiga diminta minimal sesuai KHL
A A A
Sindonews.com - Sejumlah buruh pabrik di Kota Salatiga meminta kepada Wali Kota Yuliyanto untuk menetapkan besaran upah minimum kabupaten dan kota (UMK) 2014 minimal sesuai kebutuhan hidup layak (KHL) yang ditetapkan Dewan Pengupahan beberapa waktu lalu senilai Rp1.169.000 per bulan. Karena upah buruh selama ini tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup yang terus mengalami kenaikkan.

Salah seorang buruh sebuah pabrik di Salatiga Wahyu, 44, warga Sidorejolor, Kecamatan Sidorejo menuturkan, upah buruh pada 2013 ini memang sudah 100 persen KHL. Namun, pada perjalanan waktu seiring kenaikkan harga bahan bakar minyak (BMM) dan laju inflasi serta kenaikkan harga barang kebutuhan pokok naik, angka kebutuhan hidup menjadi naik.

"Kalau harga barang kebutuhan pokok naik, otomatis kebutuhan hidup ikut naik. Dan upah kami jelas tidak bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan. Karena itu, kami minta besaran UMK bisa lebih tinggi dari KHL. Kalau tidak bisa, minimal sesuai KHL," katanya, Senin (21/10/2013).

Dia berharap, wali kota segera memutuskan besaran UMK 2014 agar bisa segera diusulkan kepada Gubernur Jateng. Dan dalam memutuskan besaran UMK 2014, harus memperhatikan aspirasi para buruh.

"Kami minta kebijakan yang dibuat jangan menguntungkan pemilik usaha. Karena imbasnya, bisa menurunkan kesejahteraan buruh lantaran penghasilan tidak mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga," ujarnya.

Bahkan, imbuhnya, saat ini banyak perusahan yang berani tidak mengakomodasi hak pekerja yang diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan.

Perusahaan tersebut justru membuat aturan sendiri sesuai dengan kehendak perusahaan masing-masing. Akibatnya buruh tidak dapat menuntut haknya sebagaimana telah diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan.

"Jika kondisinya seperti ini terus, apakah mungkin kesejahteraan buruh bisa meningkat? Karena itu, kami minta pemerintah bisa melaksanakan peraturan ketenagakerjaan sesuai ketentuan aslinya," tegasnya.

Ungkapan yang sama dikemukakan buruh lainnya, Priyono, 39, warga Blotongan, Sidorejo. Dirinya berharap pemerintah bisa menegakkan undang-undang ketenagakerjaan dengan baik.

"Peningkatan kesejahteraan pekerja sudah selayaknya diperjuangkan. Sebab selama ini kesejahteraan pekerja kurang diperhatikan oleh perusahaan. Oleh karena itu, kami minta pemerintah melek mata dan melihat kenyataan yang terjadi di lapangan," ujarnya.

Sementara itu, Kabag Humas Setda Kota Salatiga Adi Setiarso menyatakan, besaran UMK 2014 masih dalam pembahasan. Pemkot Salatiga belum mengeluarkan keputusan terkait besaran angka final UMK 2014 yang akan diusulkan kepada Gubernur Jateng.

"Pembahasan masih alot karena ada dua angka yang diajukan kepada wali kota, yakni Rp1,1 juta dan Rp1,2 juta. Yang jelas, dalam menentukan besaran UMK 2014 wali kota tetap mempertimbangkan aspirasi pekerja dan Apindo (asosiaso pengusaha Indonesia)," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
57 menit yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
1 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
1 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
1 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
2 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Bakal Ditangkap, Putin...
Bakal Ditangkap, Putin Diminta Tak Hadiri KTT BRICS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved