Rupiah berpeluang menguat
Rabu, 23 Oktober 2013 - 08:51 WIB
Rupiah berpeluang menguat
A
A
A
Sindonews.com - Berbeda dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai gontai, nilai tukar rupiah diprediksi justru menguat terhadap USD lantaran didorong rilis data-data ekonomi AS yang sempat tertunda.
"Laju nilai tukar rupiah kembali mengalami kenaikan setelah di awal pekan ini bergerak di zona merah," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (23/10/2013).
Penguatan ini, lanjut Reza, terjadi di tengah kurang baiknya data-data AS yang akan dirilis setelah sempat tertunda karena terjadinya shutdown ekonomi.
"Espektasi tersebut menimbulkan penilaian akan bertahannya kebijakan The Fed untuk tetap mengucurkan program stimulusnya," papar Reza.
Untuk hari ini, Reza memprediksi, laju rupiah masih akan berada pada tren penguatannya. "Rupiah berada di bawah target resisten Rp11.324. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.365-11.332 (merujuk kurs tengah BI)," tutup dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada berada di level Rp11.341/USD atau menguat 12 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.353/USD.
Sementara posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg di level Rp11.291/USD, melemah signifikan mencapai 438 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp10.853/USD.
"Laju nilai tukar rupiah kembali mengalami kenaikan setelah di awal pekan ini bergerak di zona merah," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (23/10/2013).
Penguatan ini, lanjut Reza, terjadi di tengah kurang baiknya data-data AS yang akan dirilis setelah sempat tertunda karena terjadinya shutdown ekonomi.
"Espektasi tersebut menimbulkan penilaian akan bertahannya kebijakan The Fed untuk tetap mengucurkan program stimulusnya," papar Reza.
Untuk hari ini, Reza memprediksi, laju rupiah masih akan berada pada tren penguatannya. "Rupiah berada di bawah target resisten Rp11.324. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.365-11.332 (merujuk kurs tengah BI)," tutup dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada berada di level Rp11.341/USD atau menguat 12 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.353/USD.
Sementara posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg di level Rp11.291/USD, melemah signifikan mencapai 438 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp10.853/USD.
(rna)