Kurangi kawasan kumuh, Kemenpera bangun MCK

Rabu, 23 Oktober 2013 - 19:48 WIB
Kurangi kawasan kumuh,...
Kurangi kawasan kumuh, Kemenpera bangun MCK
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) melalui Deputi Bidang Pengembangan Kawasan terus berupaya meminimalisir tumbuhnya kawasan-kawasan kumuh di sejumlah provinsi di Indonesia.

Salah satunya adalah dengan membangun fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK) bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut agar kualitas hidup maupun lingkungan tempat tinggal mereka bisa lebih bersih dan tertata dengan baik.

"Kami terus berusaha agar kawasan-kawasan kumuh yang ada di setiap provinsi bisa diminimalisir jumlahnya. Untuk itu, Kemenpera saat ini membantu pembangunan MCK melalui program Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Berbasis Kawasan di sejumlah provinsi agar lingkungan tempat tinggal yang sebelumnya kumuh bisa lebih tertata dengan baik," kata Deputi Bidang Pengembangan Kawasan, Agus Sumargiarto di sela-sela kegiatannya di Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Menurut dia, masalah kawasan kumuh menjadi salah satu masalah yang hampir terjadi di setiap provinsi serta kota-kota besar di Indonesia. Adanya pertumbuhan penduduk yang cukup besar serta minimnya lokasi hunian yang layak dan harga rumah yang terjangkau membuat masyarakat lebih memilih bertempat tinggal berdesak-desakan di satu wilayah.

Kondisi tersebut, imbuhnya, merupakan salah satu pemicu tumbuhnya kawasan kumuh karena penataan hunian serta lingkungan yang kurang baik. Minimnya fasilitas pendukung seperti MCK juga dapat menjadikan masyarakat lebih mudah terjangkit penyakit.

Disamping itu, kekurangan fasilitas sanitasi (MCK) juga terjadi pada lembaga-lembaga pendidikan berasrama, seperti pondok-pondok pesantren. Hal tersebut sangat berpengaruh buruk terhadap kesehatan penghuni pondok pesantren, dan juga masyarakat yang berada di sekitar pondok pesantren itu.

Oleh karena itu, Kemenpera juga membangun MCK Komunal pada beberapa pondok pesantren, yang diharapkan dapat dimanfaatkan bersama dengan masyarakat sekitar.

"Saat ini kami tengah melakukan monitoring terkait kegiatan pembangunan MCK di sejumlah provinsi seperti DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Dan hasilnya pun cukup positif sebab pemerintah daerah setempat dan masyarakat sangat mendukung program tersebut," terangnya.

Berdasarkan hasil kunjungan yang dia lakukan di lapangan pada provinsi tersebut pelaksanaan fisik pembangunan baru berkisar 60-70 persen. Dirinya harap akhir tahun ini program tersebut bisa selesai dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNS Pensiun dan Ahli...
PNS Pensiun dan Ahli Waris Siap-siap! BP Tapera Akan Kembalikan Dana Taperum
Menteri Basuki Minta...
Menteri Basuki Minta Jangan Tutupi Hak Konsumen Saat Beli Rumah
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan 380.376 Unit di 2021
PUPR Bangun Fasilitas...
PUPR Bangun Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Pasca Bencana Gempa Sulteng
Percepat Pembangunan...
Percepat Pembangunan SPAM Djuanda, Kementerian PUPR Beri Waktu 2 Minggu Prakualifikasi Lelang
Ini Dua Ruas Jalan Tol...
Ini Dua Ruas Jalan Tol yang Siap Dioperasikan Pemerintah
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved