Jelang pemilu, BRI optimis tetap tumbuh positif
Rabu, 23 Oktober 2013 - 20:01 WIB
Jelang pemilu, BRI optimis tetap tumbuh positif
A
A
A
Sindonews.com - Jelang tahun pemilu yang jatuh pada 2014 mendatang, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) optimistis pertumbuhan kreditnya akan tetap tumbuh berkisar 18-22 persen.
Direktur Utama BRI Sofyan Basir mengatakan, pertumbuhan ini sendiri sudah sesuai dengan proyeksi pertumbuhan Bank Indonesia (BI). "Pesta demokrasi jalan, UMKM jalan juga," ujarnya di Kantor Pusat BRI, Rabu (22/10/2013).
Seperti diketahui, beberapa waktu belakang ini ekonomi Indonesia juga tengah mengalami guncangan. Namun demikian, perseroan tetap mampu membuktikan eksistensinya yang dibuktikan pertumbuhan perseroan cenderung tidak terganggu, meskipun terjadi perlambatan.
Perlambatan sendiri terutama dirasakan pada sektor kredit ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena adanya kebijakan baru.
Bila merujuk pada laporan keuangan yang disampaikan perseroan, hingga triwulan ketiga BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp413,27 triliun atau tumbuh tumbuh 29,96 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tingginya kredit BRI didorong oleh pertumbuhan yang signifikan di sektor mikro, mencapai 30 persen. Kontribusinya terhadap total kredit adalah sebesar 31,03 persen.
"Kontribusi kredit terbesar berasal dari sektor ritel, yaitu 37,33 persen. Sisa kredit disalurkan ke BUMN (16,10 persen), korporasi (10,75 persen), dan segmen usaha menengah (4,8 persen)," pungkas dia.
Direktur Utama BRI Sofyan Basir mengatakan, pertumbuhan ini sendiri sudah sesuai dengan proyeksi pertumbuhan Bank Indonesia (BI). "Pesta demokrasi jalan, UMKM jalan juga," ujarnya di Kantor Pusat BRI, Rabu (22/10/2013).
Seperti diketahui, beberapa waktu belakang ini ekonomi Indonesia juga tengah mengalami guncangan. Namun demikian, perseroan tetap mampu membuktikan eksistensinya yang dibuktikan pertumbuhan perseroan cenderung tidak terganggu, meskipun terjadi perlambatan.
Perlambatan sendiri terutama dirasakan pada sektor kredit ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena adanya kebijakan baru.
Bila merujuk pada laporan keuangan yang disampaikan perseroan, hingga triwulan ketiga BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp413,27 triliun atau tumbuh tumbuh 29,96 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tingginya kredit BRI didorong oleh pertumbuhan yang signifikan di sektor mikro, mencapai 30 persen. Kontribusinya terhadap total kredit adalah sebesar 31,03 persen.
"Kontribusi kredit terbesar berasal dari sektor ritel, yaitu 37,33 persen. Sisa kredit disalurkan ke BUMN (16,10 persen), korporasi (10,75 persen), dan segmen usaha menengah (4,8 persen)," pungkas dia.
(gpr)
Lihat Juga :