Jelang pemilu, perusahaan keramik tak patok target tinggi

Jum'at, 25 Oktober 2013 - 18:22 WIB
Jelang pemilu, perusahaan...
Jelang pemilu, perusahaan keramik tak patok target tinggi
A A A
Sindonews.com - Jelang perhelatan pemilu 2014, rupanya berpengaruh terhadap dunia usaha, terutama di bidang properti. Buktinya, perusahaan keramik tidak mematok target tinggi karena kondisi pasar tidak menentu.

"Pada 2014 ini ada pemilu. Dan kami tidak terlalu tinggi untuk mematok target pejualan. Karena kondisi pasar tak menentu," kata Director Sales and Distribution PT Platinum Ceramics Industry, Welly Santoso, Jumat (25/10/2013).

Menurutnya, berdasarkan pengalaman pemilu tahun lalu, penjualan keramik tidak mengalami kenaikan. Namun, Platinum optimis mampu meraih konsumen pada 2014. Karena itu, pihaknya tetap menambah kapasitas produksi. Pasalnya, pasar di luar negeri masih terbuka lebar.

"Kondisi keamanan juga berpengaruh. Jika keamanannya kondusif, otomatis masyarakatnya juga bergairah," kata dia.

Director Marketing PT Platinum Ceramics Industry, Suwanto menuturkan, perusahaannya meningkatkan produksi hingga 15 persen tahun depan. Tentunya, kondisi ini dijadikan sebagai langkah untuk wait and see.

Suwanto mengatakan, jika Platinum tidak menambah kapasitas maka dikhawatirkan konsumen Platinum akan berpindah ke produk dari luar negeri.

"Kami berharap situasi politik dan keamanan selama tahun pemilu tetap kondusif. Karena dengan demikian masyarakat akan berkosentrasi untuk merenovasi rumah," ujarnya.

Untuk 2013, Platinum menelorkan koleksi 164 produk baru dengan warna cerah dan motif bunga. Kemudian untuk ukuran keramik masih belum ada perubahan. Sama seperti tahun sebelumnya, yakni ukuran floor tiles seperti 40x40, 50x50, 60x60, 80x80. Dan ukuran wall tiles seperti 20x33, 25x40, 20x50 dan 30x60.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
Usai Harga Gas, Industri...
Usai Harga Gas, Industri Keramik Curhat Soal Kontainer Ekspor
Dapat Uluran Tangan...
Dapat 'Uluran Tangan' Banyak Pihak, Industri Keramik Kembali Bangkit
Porcelain Tile Tawarkan...
Porcelain Tile Tawarkan Cuan Besar, FOSBBI Ajak Industri Alih Produksi
Asaki Pertanyakan Perpanjangan...
Asaki Pertanyakan Perpanjangan Aturan Safeguard yang Belum Keluar
Disaksikan Panglima...
Disaksikan Panglima TNI, Arwana Ceramics Resmikan Pabrik Plant 4B di Ogan Ilir
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
21 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved