Krisis ekonomi masih berkaitan dengan masalah kelistrikan

Senin, 28 Oktober 2013 - 11:31 WIB
Krisis ekonomi masih...
Krisis ekonomi masih berkaitan dengan masalah kelistrikan
A A A
Sindonews.com - Pertumbuhan ekonomi saat ini cenderung mengalami penurunan, dengan keadaan rupiah yang menunjukkan masih di angka di atas Rp10.000 ini menjadi masalah yang serius terhadap listrik juga.

"Rupiah terhadap dolar saat ini sulit di bawah Rp10.000, malah sekarang cenderung Rp12.000, jika di bawah Rp10.000 itu hanya bonus yang berlangsung sementara," ucap Pengamat Ekonomi dan Indef, Aviliani, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (28/10/2013).

Ia menambahkan, setiap empat bulan Indonesia selalu mengalami krisis kecil dimana ditandai dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun drastis. Menurutnya, ini ada kaitannya dengan masalah kelistrikan Indonesia.

"Poin yang menjadi masalah yang harus diperhatikan yaitu, masyarakat Indonesia saat ini sudah mencapai 250 juta, ini terdiri dari 100 juta masyarakat sudah mendapatkan pasokan listik, 100 juta adalah masyarakat kelas menengah yang masih membutuhkan pelayanan konsisten dalam kebutuhan listrik dan ada 50 juta orang yang masih sama sekali belum terjamah listrik," paparnya.

Selain itu, pertumbuhan semua sektor mengalami kenaikan 5 persen ini di luar pertanian dan bisnis, tentunya akan diikuti dengan kenaikan kebutuhan listrik.

Ia menjelaskan, lima persen kenaikan itu berasal dari sektor konstruksi yaitu infrastruktur dan properti, di luar pulau Jawa pertumbuhan ekonomi menjadi tujuh persen, ini akan diikuti dengan infrastruktur yang baru yang akan dibangun.

"Dan yang paling mengalami peningakatan saat ini dan membutuhkan listrik adalah bisnis hotel, restoran dan IT yang sedang berkembang-kembangnya saat ini," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Kebakaran Besar Hancurkan...
Kebakaran Besar Hancurkan Kilang Minyak Lebanon, Beberapa Hari setelah Listrik Mati Total
Bukti Nyata, Krisis...
Bukti Nyata, Krisis Listrik di China Benar-benar Gawat
Afrika Selatan Rugi...
Afrika Selatan Rugi Rp2.537 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Episentrum Krisis Ekonomi
Episentrum Krisis Ekonomi
Jaringan Listrik Terganggu,...
Jaringan Listrik Terganggu, 130 Juta Warga Bangladesh Hidup dalam Kegelapan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved