Ini cara Ditjen Pajak dan Bea Cukai kejar pendapatan Rp1.667 T

Senin, 28 Oktober 2013 - 12:48 WIB
Ini cara Ditjen Pajak...
Ini cara Ditjen Pajak dan Bea Cukai kejar pendapatan Rp1.667 T
A A A
Sindonews.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai cara dan usaha masing-masing untuk mengejar total pendapatan negara sebesar Rp1.667 triliun pada 2014.

Dirjen Pajak, Fuad Rahmany mengaku mempunyai dua langah untuk meningkatkan pedapatan pajak 2014 sebesar Rp1.280,4 triliun, diantaranya dengan langkah intensifikasi dan ekstensifikasi.

"Intensifikasi langkahnya dengan transisi dari manual ke IT Based dan digitalisasi bagi para wajib pajak serta penggalian potensi sektoral seperti pertambangan, properti, sawit, dan perdagangan," jelas Fuad di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (28/10/2013).

Sementara, dalam ekstensifikasi, selain terus menambah jumlah pegawai Ditjen Pajak sebanyak 3.000 pegawai tahun ini, Fuad akan menerapkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang terintegrasi dengan e-KTP agar penerimaan negara dari orang pribadi dapat dimaksimalkan.

"Jadi nanti kita kawinkan e-KTP tersebut dengan NPWP, agar orang pribadi dapat tersensus dengan baik," jelasnya.

Dirjen Bea dan Cukai, Agung Kuswandono menuturkan, untuk mengejar pendapatan negara dari kepabeanan dan cukai sebesar Rp170 triliun pada 2014, pihaknya siap memaksimalkan total 950 pegawai baru yang direkrut tahun ini.

Meski demikian, Agung masih menunggu total sebanyak 2.500 pegawai baru hingga pertengahan 2014. "Jadi nantinya selain mengincar revenue, kita juga fasilitasi untuk proteksi perdagangan dan industri. Jadi selain revenue, kita juga menjaga NKRI," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pendapatan Negara Tumbuh...
Pendapatan Negara Tumbuh Positif di Tahun 2024
Pendapatan Negara Capai...
Pendapatan Negara Capai Rp810,5 Triliun
BKI Dukung Indonesia...
BKI Dukung Indonesia Jadi Negara Berpendapatan Tinggi di 2045
10 Negara Terkaya di...
10 Negara Terkaya di Afrika Menurut PDB Per Kapita pada 2023
Profesor Ini Sebut Kontribusi...
Profesor Ini Sebut Kontribusi Industri Rokok ke Pendapatan Negara Itu Kecil
Pendapatan Negara Diproyeksikan...
Pendapatan Negara Diproyeksikan Capai Rp2.463 Triliun di 2023
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved