Harga emas dunia pekan depan diperkirakan jatuh

Sabtu, 02 November 2013 - 20:07 WIB
Harga emas dunia pekan...
Harga emas dunia pekan depan diperkirakan jatuh
A A A
Sindonews.com - Harga emas di perdagangan dunia pekan depan diperkirakan turun, menanggapi data suram ekonomi di 17 negara Zona Euro, dibayangi aktivitas pabrik AS yang positif. Hal tersebut berdasarkan prediksi 13 dari 19 analis yang disurvei Kitco Gold Survey, yang memperkirakan kejatuhan harga emas.

Seperti diketahui, Kantor Statistik Eropa, Eurostat menunjukkan inflasi di Zona Euro secara tak terduga turun menjadi 0,7 persen year-on-year (yoy) pada Oktober, rekor terendah selama hampir 4 tahun.

Eurostat juga mencatat, tingkat pengangguran di blok 17 anggota mata uang tunggal euro melayang di rekor 12,2 persen pada September, dimana sebanyak 19,4 juta orang keluar dari pekerjaan.

Sementara itu, data dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa aktivitas pabrik pada Oktober lebih tinggi. Indeks Institute for Supply Management melaporkan kegiatan industri naik tipis 0,2 poin persentase menjadi 56,4 poin, level tertinggi sejak April 2011.

"Kami menyatakan bahwa ekonomi Eropa belum menemukan kakinya dan deflasi adalah perhatian utama. Saran bahwa Uni Eropa sedang mempertimbangkan penurunan suku kembali menegakkan nada lemah terhadap ekonomi Eropa," ujar Peter Hug, direktur perdagangan global Kitco, seperti dilansir dari IB Times, Minggu (2/11/2013).

"Dalam jangka pendek, hal ini akan menciptakan arus dolar AS (USD) negatif untuk emas. Namun akan menjadi lebih parah, menyebar dimana bagi emas sekali lagi akan menjadi sebuah drama safe haven," jelasnya.

Hal senada dikatakan analis Natixis, Bernard Dahdah kepada Reuters. "Penurunan euro di belakang angka inflasi yang lebih lemah dan data AS yang sangat baik telah memperkuat dolar, pada gilirannya membebani emas dan saya tidak akan terkejut melihat penurunan di bawah USD1.300 pekan depan, jika ada data yang lebih baik dari AS," jelasnya.

Spot emas turun 0,9 persen menjadi USD1.311 per ounce pada 1 November. Pekan lalu, harga sempat naik 0,4 persen, ketika data pasar tenaga kerja AS suram, menunjukkan pertumbuhan di ekonomi terbesar dunia itu lambat.

Untuk pekan secara keseluruhan, harga emas turun 2,9 persen. Berdasarkan dara Reuters, emas berjangka AS untuk pengiriman Desember berakhir lebih rendah 0,8 persen di angka 1.313,20 per ounce.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
35 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved