Ekonomi Sulsel 2014 dinilai relatif stabil

Selasa, 05 November 2013 - 20:59 WIB
Ekonomi Sulsel 2014...
Ekonomi Sulsel 2014 dinilai relatif stabil
A A A
Sindonews.com - Perlambatan ekonomi nasional yang diprediksi masih akan terjadi pada 2014 mendatang, diyakini tidak akan berpengaruh besar terhadap Sulawesi Selatan dan Barat.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, hal ini terlihat dari kontribusi positif kedua daerah ini selama dua tahun berturut. Pada 2012, ekonomi Sulsel dan Sulbar tumbuh 8,37 persen dan 9,01 persen relatif tinggi jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara pada 2013 ini, sebut dia, ekonomi Sulsel masih diproyeksikan tumbuh 7,4 persen sampai 7,8 persen. Sementara Sulbar lebih tinggi lagi mencapai 9,1-9,5 persen.

"Perlambatan ekonomi nasional diperkirakan tidak terlalu berdampak pada kedua provinsi ini. Langkah Pemerintah Daerah memperkuat infrastruktur ekonomi seperti sarana transportasi dan energi tepat untuk mendukung realisasi prospek ekonomi yang tinggi kedepan," ungkapnya Selasa (5/11/2013).

Meski demikian, untuk mewaspadai dampak ketidakpastian ekonomi global dan tekanan inflasi, Bank Indonesia menurut Mirza terus mengoptimalkan berbagai kebijakan yang diperlukan untuk meminimalkan dampak temporer inflasi.

Dalam tingkatan region, kualitas kajian ekonomi keuangan regional (KEKR) yang disusun kantor perwakilan wilayah (KPW) mampu memberikan masukan tentang arah pengembangan ekonomi di daerah dan perumusan kebijakan ekonomi daerah, termasuk identifikasi tantangan dan merumuskan opsinya.

"Karakteristik inflasi disetiap daerah unik dan tidak sama. Sehingga kebijakan pengendalian inflasi yang diterapkan juga cenderung berbeda. Program yang melibatkan KPW weperti sistem informasi harga pangan untuk mengurangi masalah struktur pasar dan rantai distribusi," jelasnya.

Menanggapi itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku pertumbuhan ekonomi wilayah ini tidak lagi di angka 7 persen, tapi sudah bertahan di atas 8 persen. Meski demikian, Gubernur dua periode ini memperkirakan triwulan pertama 2014, meski tak terlalu signifikan ekonomi Sulsel akan mengalami penurunan.

"Pasti turun di triwulan pertama. Tapi saya akan kejar di triwulan ketiganya dimana panen-panen besar akan terjadi seperti komoditas coklat kita," paparnya.

Karena itu yang harus dijaga, lanjut Syahrul, jangan sampai terjadi over head atau perkiraan yang berlebihan, sementara kemampuan daerah tidak sanggup mengatasi akselerasi yang cepat. Sebagai contoh, penyiapan energi yang harus terus digentok untuk mengantispasi laju investasi yang cepat di daerah ini.

"Kalau kita tidak bisa menyiapkan sekarang investasi akan mencapai titik balik. Makanya Kita berupaya ada blower baru dengan memanfaatkan tenaga angin yang 2014 sudah masuk ke Sidrap dan Jeneponto," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangkitkan Ekonomi Sulawesi...
Bangkitkan Ekonomi Sulawesi Utara, Mas Menteri Bawa 3G
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Olly Optimistis Ekonomi...
Olly Optimistis Ekonomi Sulawesi Utara Tumbuh 6% di 2021
1.550 Bumdes di Sulawesi...
1.550 Bumdes di Sulawesi Tengah Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
BPS: Jawa dan Sulawesi...
BPS: Jawa dan Sulawesi Tumbuh di Atas Ekonomi Nasional
BPS Umumkan Perkembangan...
BPS Umumkan Perkembangan Ekspor-Impor Sulawesi Utara Januari 2021
Berita Terkini
Industri Keramik Tertekan,...
Industri Keramik Tertekan, Concord Industry Minta Harga Gas Lebih Kompetitif
5 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
54 menit yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved