Perubahan lot saham akan dongkrak investor Sulsel

Kamis, 07 November 2013 - 14:38 WIB
Perubahan lot saham...
Perubahan lot saham akan dongkrak investor Sulsel
A A A
Sindonews.com - Rencana pemberlakuan perubahan lot saham pada 6 Januari 2014 diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan investor di Sulawesi Selatan (Sulsel) utamanya disektor ritel.

Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Makassar, Fahmin Amirullah mengatakan, dengan pemberlakuan perubahan satuan lot saham lebih sedikit, yakni dari 500 menjadi 100, membuat harga saham jauh lebih murah.

"Investor bisa melakukan transaksi dengan lebih murah. Misalnya, harga per saham A sebesar Rp5.000. Maka, untuk mentransaksikan satu lot saham, investor harus menyiapkan dana Rp2,5 juta. Namun, dengan kebijakan baru, maka investor hanya perlu mengeluarkan dana Rp500 ribu," kata Fahmin kepada KORAN SINDO, Kamis (7/11/2013).

Meski demikian, dia tidak dapat merinci seberapa besar pertumbuhan investor dan investasi akibat perubahan tersebut. Sebab faktor pendukung lain seperti sentimen pasar akan ikut menentukan lesu tidaknya pasar saham di tahun depan.

Dari data PIPM Makassar per 31 Juli 2013, jumlah investor di Sulsel mencapai 3.590 orang. Populasi terbesar berada di Makassar dengan 3.037 investor. Disusul Luwu Timur 123 investor dan Kabupaten Gowa dengan 89 investor. Bandingkan dengan data per desember 2012 yang mencapai 2.587 investor dengan nilai transaksi perbulan mencapai Rp500 miliar.

Fahmin mengatakan, selain perubahan jumlah lot saham, rencananya otoritas BEI juga akan memberlakukan ketentuan tick price baru. Pada kelompok-kelompok harga di bawah Rp200 per saham, Rp200 sampai Rp5.000 per saham, dan harga di atas Rp5.000 per saham dengan fraksi harga yang berlaku adalah Rp1, Rp5, dan Rp25.

"Saat ini, semua saham yang berada di bawah Rp200 per saham memiliki fraksi Rp1. Artinya, batas harga antara transaksi jual dan beli yang diajukan investor memiliki kelipatan Rp1," jelasnya.

Sementara, Brokerage Division PT Valbury Asia Securities Yose Telasman juga menanggapi positif kebijakan ini. Menurutnya, tujuan utama penurunan jumlah satuan lot saham, untuk meningkatkan jumlah investor ritel di BEI. Sehingga bisa memiliki lebih banyak saham dan melakukan diversifikasi kepemilikan saham.

"Jelas aturan ini akan bermanfaat bagi para investor ritel. Perdagangan saham akan menjadi lebih likuid, frekuensi perdagangan saham akan meningkat," ujarnya.

Karena itu, dia berharap perlunya menggencarkan edukasi agar semakin banyak investor yang berinvestasi di pasar modal. Apalagi, dalam benak banyak orang masih ada pendapat bahwa bertransaksi di pasar modal adalah spekulasi.

Saat ini, kata Yose, pertumbuhan investor melalui valbury mencapai 5-6 persen perbulan. Adapun sektor unggulan dikuasai oleh perbankan menyusul dikeluarkannya empat kebijakan pemerintah seperti penetapan PPnBM serta pertambangan yang dipicu meningkatnya nilai tukar dolar AS.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
BEI Perpanjang Laporan...
BEI Perpanjang Laporan Keuangan Emiten
Mendekatkan Masyarakat...
Mendekatkan Masyarakat ke Pasar Modal, Capital Market and Expo Summit 2023 Dibuka
3 Juta Investor Ritel...
3 Juta Investor Ritel Pasar Modal Genggam Rp1.116 Triliun
2,68 Juta Investor Baru...
2,68 Juta Investor Baru Masuk Pasar Modal di Tengah Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved