Rupiah ditutup terapresiasi ke 11.393/USD
Kamis, 07 November 2013 - 16:25 WIB
Rupiah ditutup terapresiasi ke 11.393/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore ini ditutup terapresiasi seiring positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level 11.393/USD atau menguat 17 poin dibanding posisi rupiah pada penutupan Rabu (6/11/2013) yang berada di level Rp11.410/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.415/USD. Adapun, posisi rupiah terlemah hari ini berada di level Rp11.420/USD dan terkuat di level Rp11.370/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.398/USD, dengan kisaran Rp11.390-11.403/USD. Posisi sore ini menguat 17 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp11.415/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.389/USD, terapresiasi 25 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.414/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2013 yang melambat menjadi 5,62 persen dibanding kuartal sebelumnya sebesar 5,81 persen telah diproyeksikan sebelumnya, sehingga tidak terlalu memberi imbas signifikan terhadap rupiah.
"Perlambatan (ekonomi) ini telah diperkirakan sebelumnya hingga tidak terlalu banyak menekan rupiah. Apalagi SUN (surat utang negara) berhasil memenuhi target indikatif Rp8 triliun dan indeks ditutup menguat," kata dia, Kamis (7/11/2013).
Selain itu, Bank Indonesia juga tetap memantau pergerakan rupiah dengan kekuatan cadangan devisa sebesar USD97 miliar per Oktober 2013 atau naik USD1,7 miliar dari posisi September 2013 sebesar USD96,7 miliar.
Kendati demikian, menurut dia, permintaan dolar cenderung belum berkurang menjelang rilis ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS). Masih tingginya level rupiah di pasar offshore, Nurul menilai, masih berpotensi memberi tekanan di dalam negeri pada akhir pekan ini.
Sementara itu, IHSG sore ini berakhir menguat 36,35 poin atau 0,82 persen ke level 4.486,11 di tengah terkoreksinya mayoritas bursa di kawasan Asia.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp5,4 triliun dengan 4,21 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp93,52 miliar. Tercatat sebanyak 157 saham naik, 94 saham melemah dan 119 saham stagnan.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level 11.393/USD atau menguat 17 poin dibanding posisi rupiah pada penutupan Rabu (6/11/2013) yang berada di level Rp11.410/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.415/USD. Adapun, posisi rupiah terlemah hari ini berada di level Rp11.420/USD dan terkuat di level Rp11.370/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.398/USD, dengan kisaran Rp11.390-11.403/USD. Posisi sore ini menguat 17 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp11.415/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.389/USD, terapresiasi 25 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.414/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2013 yang melambat menjadi 5,62 persen dibanding kuartal sebelumnya sebesar 5,81 persen telah diproyeksikan sebelumnya, sehingga tidak terlalu memberi imbas signifikan terhadap rupiah.
"Perlambatan (ekonomi) ini telah diperkirakan sebelumnya hingga tidak terlalu banyak menekan rupiah. Apalagi SUN (surat utang negara) berhasil memenuhi target indikatif Rp8 triliun dan indeks ditutup menguat," kata dia, Kamis (7/11/2013).
Selain itu, Bank Indonesia juga tetap memantau pergerakan rupiah dengan kekuatan cadangan devisa sebesar USD97 miliar per Oktober 2013 atau naik USD1,7 miliar dari posisi September 2013 sebesar USD96,7 miliar.
Kendati demikian, menurut dia, permintaan dolar cenderung belum berkurang menjelang rilis ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS). Masih tingginya level rupiah di pasar offshore, Nurul menilai, masih berpotensi memberi tekanan di dalam negeri pada akhir pekan ini.
Sementara itu, IHSG sore ini berakhir menguat 36,35 poin atau 0,82 persen ke level 4.486,11 di tengah terkoreksinya mayoritas bursa di kawasan Asia.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp5,4 triliun dengan 4,21 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp93,52 miliar. Tercatat sebanyak 157 saham naik, 94 saham melemah dan 119 saham stagnan.
(rna)