Rupiah terdepresiasi ke Rp11.413/USD
Jum'at, 08 November 2013 - 09:28 WIB
Rupiah terdepresiasi ke Rp11.413/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi ini dibuka terdepresiasi seiring negatifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan akhir pekan.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka pada level Rp11.413/USD. Posisi ini melemah 20 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.393/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.390/USD. Posisi pagi ini menguat 8 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp11.398/USD. Sedangkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.393/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, rupiah dihantam penguatan USD pasca dirilisnya data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang sebagian besar menunjukkan pertumbuhan positif.
Di sisi lain, laju nilai tukar euro yang kembali mengalami penguatan setelah rilis kenaikan indeks harga perumahan Inggris, pertumbuhan factory orders Jerman dan peningkatan services PMI di sejumlah wilayah Eropa turut memberikan imbas positif bagi USD.
"Rupiah di atas target support Rp11.436. Rentang Rp11.415-11.378 berdasarkan kurs tengah BI," kata dia.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari Kamis (7/11/2013) berada di level Rp11.389/USD, terapresiasi 25 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.414/USD.
Sementara itu, IHSG pagi ini terseret pelemahan Wall Street pada perdagangan semalam. IHSG dibuka minus 29,52 poin atau 0,66 persen ke level 4.456,59.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka pada level Rp11.413/USD. Posisi ini melemah 20 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.393/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.390/USD. Posisi pagi ini menguat 8 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp11.398/USD. Sedangkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.393/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, rupiah dihantam penguatan USD pasca dirilisnya data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang sebagian besar menunjukkan pertumbuhan positif.
Di sisi lain, laju nilai tukar euro yang kembali mengalami penguatan setelah rilis kenaikan indeks harga perumahan Inggris, pertumbuhan factory orders Jerman dan peningkatan services PMI di sejumlah wilayah Eropa turut memberikan imbas positif bagi USD.
"Rupiah di atas target support Rp11.436. Rentang Rp11.415-11.378 berdasarkan kurs tengah BI," kata dia.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari Kamis (7/11/2013) berada di level Rp11.389/USD, terapresiasi 25 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.414/USD.
Sementara itu, IHSG pagi ini terseret pelemahan Wall Street pada perdagangan semalam. IHSG dibuka minus 29,52 poin atau 0,66 persen ke level 4.456,59.
(rna)