Negara berkembang masih kesulitan dalam perdagangan bebas

Selasa, 12 November 2013 - 10:25 WIB
Negara berkembang masih...
Negara berkembang masih kesulitan dalam perdagangan bebas
A A A
Sindonews.com - Pada dasarnya perdagangan yang lebih bebas akan membawa manfaat yang positif bagi kesejahteraan ekonomi. Namun, masih banyak negara berkembang yang mempertanyakan itu.

Hal ini diungkapkan oleh Akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Achmad Sauki, saat diskusi panel di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Selasa (12/11/2013).

"Teori ekonomi pembangunan yang muncul setelah perang dunia kedua menyatakan bahwa perlu terjadi transformasi struktural di negara-negara berkembang untuk mengejar ketinggalan dari negara maju," ucapnya.

Menurutnya, basis perekonomian negara berkembang perlu berubah dari basis pertanian tradisioanl menjadi perekonomian modern yang berbasis industri.

"Faktanya perdagangan bebas dianggap tidak kondusif untuk mendorong proses industialisasi itu," ungkapnya.

Lebih lanjut, menurutnya ini seperti adanya economies of scale dalam produksi barang manufaktur menghambat berkembangnya industri manufaktur di negara berkembang.

Dia mengatakan, ada strategi perdagangan yang bisa diambil, yaitu mendorong industrialisasi melalui promosi industri substitusi impor yang mengandalkan pasar dalam negeri. Serta mendorong industri ekspor dan mengandalkan subsidi ekspor dan kebijakan impor yang lebih tebuka untuk meningkatkan daya saing internasional guna merebut pasar global.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dibayangi Resesi, WTO...
Dibayangi Resesi, WTO Ungkap Faktor Pendorong Perdagangan Global
Praktik Perdagangan...
Praktik Perdagangan China Mendapat Kecaman Keras
AS Jegal Wakil Afrika...
AS 'Jegal' Wakil Afrika di Bursa Bos Organisasi Perdagangan Dunia
WTO Proyeksikan Perdagangan...
WTO Proyeksikan Perdagangan Global Tahun Ini Bisa Terkontraksi hingga 1,5%
Semakin Terfragmentasi,...
Semakin Terfragmentasi, WTO: Perdagangan Global dalam Bahaya
Wamendag Tegaskan ke...
Wamendag Tegaskan ke WTO, RI Berkomitmen pada Sistem Ekonomi Terbuka
Berita Terkini
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
12 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
16 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
17 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved