Dow dan S&P terkoreksi dipicu isu stimulus

Rabu, 13 November 2013 - 08:49 WIB
Dow dan S&P terkoreksi...
Dow dan S&P terkoreksi dipicu isu stimulus
A A A
Sindonews.com - Indeks Dow Jones dan S&P 500 pada perdagangan hari Selasa waktu setempat berakhir terkoreksi setelah imbal hasil obligasi naik akibat spekulasi mengenai waktu pemangkasan stimulus oleh The Fed dilakukan lebih cepat.

Strategi Pasar Prudential Financial Quincy Krosby mengatakan, investor melihat bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun naik lebih tinggi karena spekulasi pemangkasan stimulus The Fed bisa dilakukan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Selama sesi perdagangan, imbal hasil obligasi mencapai tingkat tertinggi sejak pertengahan September, meskipun masih lebih rendah dibanding bulan lalu.

"Pasar mengkhawatirkan waktu pemangkasan stimulus. Sejumlah pejabat The Fed berbicara dan dan tampaknya pembahasan mengenai pemangkasan stimulus sudah dimulai," kata dia seperti dilansir Reuters, Rabu (13/11/2013).

Sejumlah pengamat mulai berspekulasi bahwa The Fed akan mulai melakukan pemangkasan stimulus lebih awal menjadi Desember didukung data tenaga kerja yang kuat di bulan Oktober 2013.

Sementara penurunan ini menghentikan kenaikan dan rekor tertingi yang kemarin berhasil dicetak Dow Jones. Penurunan terbesar dipimpin sektor keuangan, energi dan utilitas di indeks S&P 500. Harga minyak di pasar berjangka AS turun 2,2 persen, memberi imbas pada saham sektor energi seperti Chevron (CVX.N), yang turun 0,9 persen menjadi USD120.

Semalam, indeks Dow Jones susut 32,43 poin atau 0,21 persen menjadi 15.750,67; S&P 500 turun 4,20 poin atau 0,24 persen menjadi 1.767,69, sedangkan Nasdaq naik tipis 0,13 poin menjadi 3.919,92.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
33 menit yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
1 jam yang lalu
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
2 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
2 jam yang lalu
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
2 jam yang lalu
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved