Rupiah berakhir stagnan di level Rp11.605/USD
Rabu, 13 November 2013 - 17:03 WIB
Rupiah berakhir stagnan di level Rp11.605/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore hari ini ditutup sama dengan hari kemarin seiring berakhirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level 4.301,89.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level Rp11.605/USD. Posisi sore ini sama dengan penutupan hari kemarin. Sementara pagi tadi, rupiah dibuka di level Rp11.624/USD. Posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp11.519/USD dan terlemah Rp11.675/USD.
Adapun, data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini di level Rp11.598/USD. Posisi tersebut anjlok 35 poin dibanding Selasa (12/11/2013) yang berada di level Rp11.563/USD.
Data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.610/USD, dengan kisaran harian di Rp11.585-11.620/USD. Posisi ini sama dengan penutupan sore kemarin di level Rp11.610/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp11.664/USD atau terdepresiasi 66 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.578/USD.
Sementara itu, IHSG sore ini terkikis 78,75 poin atau 1,8 persen ke level 4.301,89. Semua sektor melemah, dengan pelemahan terbesar dipimpin sektor properti yang turun 2,63 persen, diikuti sektor infrastruktur yang minus 2,46 persen.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp5,42 triliun dengan 4,84 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp552,60 miliar. Tercatat sebanyak 43 saham naik, 250 saham melemah dan 76 saham stagnan.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah dan IHSG pada hari dibayangi kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 7,5 persen.
Selain itu, pelaku pasar valas terus mengkhawatirkan masih merebaknya spekulasi pemangkasan (tapering off) stimulus The Fed, sehingga memberi imbas negatif pada mata uang emerging market termasuk rupiah.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini di level Rp11.605/USD. Posisi sore ini sama dengan penutupan hari kemarin. Sementara pagi tadi, rupiah dibuka di level Rp11.624/USD. Posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp11.519/USD dan terlemah Rp11.675/USD.
Adapun, data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini di level Rp11.598/USD. Posisi tersebut anjlok 35 poin dibanding Selasa (12/11/2013) yang berada di level Rp11.563/USD.
Data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.610/USD, dengan kisaran harian di Rp11.585-11.620/USD. Posisi ini sama dengan penutupan sore kemarin di level Rp11.610/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp11.664/USD atau terdepresiasi 66 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.578/USD.
Sementara itu, IHSG sore ini terkikis 78,75 poin atau 1,8 persen ke level 4.301,89. Semua sektor melemah, dengan pelemahan terbesar dipimpin sektor properti yang turun 2,63 persen, diikuti sektor infrastruktur yang minus 2,46 persen.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp5,42 triliun dengan 4,84 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp552,60 miliar. Tercatat sebanyak 43 saham naik, 250 saham melemah dan 76 saham stagnan.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah dan IHSG pada hari dibayangi kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 7,5 persen.
Selain itu, pelaku pasar valas terus mengkhawatirkan masih merebaknya spekulasi pemangkasan (tapering off) stimulus The Fed, sehingga memberi imbas negatif pada mata uang emerging market termasuk rupiah.
(rna)