IHSG pekan depan diprediksi dalam tren melemah

Minggu, 17 November 2013 - 17:54 WIB
IHSG pekan depan diprediksi...
IHSG pekan depan diprediksi dalam tren melemah
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan depan diprediksi masih dalam tren melemah karena masih adanya potensi jual oleh investor asing.

"Diharapkan pelemahan dapat terbatas, sehingga tidak memperpanjang tren pelemahan yang terjadi," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada dalam risetnya, Minggu (17/11/2013).

Dia memperkirakan, IHSG pekan depan akan berada pada rentang support 4.268-4.300 dan resisten 4.430-4.496. Menurut dia, IHSG membentuk pola menyerupai separating lines di bawah middle bollinger bands.

MACD bergerak mendatar dengan histogram positif yang sedikit memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal bertahan dari penurunannya dan mendekati area oversold.

"IHSG sempat berada di bawah target support (4.387-4.455) dan mengakhirinya di kisaran target tersebut, sehingga memberi gambaran masih adanya potensi aksi jual yang melemahkan IHSG," ujar Reza.

Untuk pekan depan, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen, dia menjelaskan, housing prices, FDI, & CB leading economic index China; PPI Korea Selatan; CB leading index Australia; leading composite index, balance of trade, all industry activity index, export-import Jepang.

Selain itu, ZEW economic sentiment index, PPI, ZEW current conditions Jerman; BoE minutes Inggris; current account, balance of trade zona Eropa; overall net capital flows, NAHB housing market index, Fed’sBernanke speech, retail sales, inflation rate, existing home sales, business inventories, & redbook AS dan lainnya.

Adapun, sektor yang disarankan untuk dicermati pada perdagangan pekan depan, yakni sektor konsumer, pertambangan, properti dan perdagangan. Sementara saham-saham yang dapat diperhatikan, antara lain ICBP, SMRA, ADRO, AISA, ITMG, INDF, MAPI, BSDE, ELSA, LPKR, GLOB, CNKO, VIVA dan DGIK.

Sementara itu, IHSG sepanjang pekan ini anjlok tajam mencapai 141,27 poin atau 3,22 persen atau di bawah pekan sebelumnya yang menguat 44,13 poin atau 1 persen.

Sentimen yang menekan IHSG, diantaranya kenaikan BI Rate, belum pulihnya laju nilai rupiah dan masih defisitnya neraca pembayaran BI serta masih adanya nett sell asing memberatkan IHSG untuk melanjutkan kenaikan.

Sepanjang pekan ini, asing semakin besar jualannya hingga mencapai Rp2,22 triliun atau lebih besar dari pekan sebelumnya senilai Rp1,15 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Temuan Vaksin Covid-19...
Temuan Vaksin Covid-19 Jadi Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Reli
IHSG Diprediksi Melemah...
IHSG Diprediksi Melemah dalam Jangka Pendek
Pagi Menghijau, IHSG...
Pagi Menghijau, IHSG Sore Ditutup Anjlok 1,05 Persen ke 5.105
Bisa Tembus Level 6.000...
Bisa Tembus Level 6.000 di Akhir Tahun, IHSG Menuju Fase Skenario Terbaik
Koleksi 5 Saham Ini...
Koleksi 5 Saham Ini Saat IHSG Masih Akan Meroket
Potensi Kenaikan Jangka...
Potensi Kenaikan Jangka Pendek IHSG Masih Terbuka Lebar
Berita Terkini
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
6 menit yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
51 menit yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
2 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
2 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
3 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved