Rupiah ditutup terdepresiasi ke Rp11.635/USD
Senin, 18 November 2013 - 16:42 WIB
Rupiah ditutup terdepresiasi ke Rp11.635/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini ditutup terdepresiasi di tengah positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini berakhir di level Rp11.635/USD atau melemah 12 poin dibanding perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.623/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka di level Rp11.608/USD. Posisi rupiah hari ini terkuat di level Rp11.460/USD dan terlemah di level Rp11.648/USD.
Sementara data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.630/USD. Posisi ini terdepresiasi 85 poin dibanding penutupan Jumat (15/11/2013) yang berada di level Rp11.545/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah sore hari ini pada level Rp11.633/USD atau melemah 85 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.548/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp11.627/USD atau terdepresiasi 66 poin dibandingkan penutupan hari akhir pekan lalu di level Rp11.561/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, nilai tukar rupiah atas USD di pasar offshore bergerak melemah, yang menandakan bahwa permintaan USD tinggi, sehingga menekan rupiah di dalam negeri.
Sementara naiknya credit default swaps (CDS) tenor 5 tahun, dia mengatakan, juga cenderung membebanii perdagangan obligasi, namun diperkirakan sedikit menurun menjelang lelang Surat Utang Negara (SUN), besok (Selasa, 19/11/2013).
"BI tetap memantau pergerakan rupiah, namun memberi keleluasaan fluktuasi sesuai dengan yang terjadi di pasar forex domestik," kata dia, Senin (18/11/2013).
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini berakhir di level Rp11.635/USD atau melemah 12 poin dibanding perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.623/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka di level Rp11.608/USD. Posisi rupiah hari ini terkuat di level Rp11.460/USD dan terlemah di level Rp11.648/USD.
Sementara data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.630/USD. Posisi ini terdepresiasi 85 poin dibanding penutupan Jumat (15/11/2013) yang berada di level Rp11.545/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah sore hari ini pada level Rp11.633/USD atau melemah 85 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.548/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp11.627/USD atau terdepresiasi 66 poin dibandingkan penutupan hari akhir pekan lalu di level Rp11.561/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, nilai tukar rupiah atas USD di pasar offshore bergerak melemah, yang menandakan bahwa permintaan USD tinggi, sehingga menekan rupiah di dalam negeri.
Sementara naiknya credit default swaps (CDS) tenor 5 tahun, dia mengatakan, juga cenderung membebanii perdagangan obligasi, namun diperkirakan sedikit menurun menjelang lelang Surat Utang Negara (SUN), besok (Selasa, 19/11/2013).
"BI tetap memantau pergerakan rupiah, namun memberi keleluasaan fluktuasi sesuai dengan yang terjadi di pasar forex domestik," kata dia, Senin (18/11/2013).
(rna)