Gunakan e-Procurement, negara bisa hemat Rp70 T

Rabu, 20 November 2013 - 11:17 WIB
Gunakan e-Procurement,...
Gunakan e-Procurement, negara bisa hemat Rp70 T
A A A
Sindonews.com - Wakil Presiden (Wapres) RI, Boediono mengatakan, apabila e-Procurement atau pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik sudah dapat dilakukan sejak lima tahun lalu, maka sebenarnya negara dapat menghemat sebesar Rp70 triliun.

Sebab itu, Wapres meminta agar penerpaan e-Procurement dapat segera dilakukan di seluruh instansi pemerintahan di seluruh Indonesia secepatnya.

"Sekitar 10 sampai 11 persen anggaran bisa dihemat, besar sekali itu kalau anggaran belanja pengadaan barang dan jasa sebesar Rp700 triliun, maka kita bisa menghemat Rp70 triliun untuk meningkatkan pembangunan," kata Wapres di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (20/11/2013).

Dia juga menyebut e-Procurement merupakan ujung tombak dari program penghematan anggaran yang sedan dilakukan oleh pemerintah.

"Oleh sebab itu apabila kita ingin menata tata kelola pemerintahan dari pusat ke daerah saatnya kita mulai pengadaan secara elektronik ini," lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Agus Raharjo menyebut total angka pengadaan barang dan jasa pemerintah dari 2008 sampai 2013 sudah mencapai Rp717 triliun.

"Angka ini terdiri dari pengadaan yang dilakukan oleh kementerian/lembaga sebesar Rp300 triliun, provinsi sebesar Rp92 triliun, serta kabupaten serta kotamadya sebesar Rp325 triliun," ujar Agus.

Untuk meningkatkan penghematan belanja pengadaan, dia meminta pemerintah pusat, dalam hal ini Wakil Presiden Boediono agar tetap mendukung LKPP dalam mendorong perpindahan sistem pengadaan menjadi elektronik (e-Procurement).

"Karena itu dengan dukungan dari Bapak Wapres, kita akan mempercepat akselerasi tersebut," pungkas Agus.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Jengkel Akhir...
Jokowi Jengkel Akhir Tahun Belanja Pemerintah Masih Lelet, Jangan Main-main Ini Ancamannya!
Diskusi Daring IKA FH...
Diskusi Daring IKA FH Unpad: Pengadaan Barang-Jasa saat Pandemi Jangan Dikorupsi
Pemprov Jatim Dorong...
Pemprov Jatim Dorong Percepatan Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa
Si-Muli Percepat Transformasi...
Si-Muli Percepat Transformasi Pengadaan Digital di Lampung Selatan
Potensi Belanja Pusat-Daerah...
Potensi Belanja Pusat-Daerah Rp1.071,4 Triliun, Bakal Diserap Produk Lokal Rp400 T
Hore! UMKM Kecipratan...
Hore! UMKM Kecipratan Jatah Pasok Barang dan Jasa ke Pemerintah
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved