Penguatan IHSG terbuka meski diwarnai profit taking
Kamis, 21 November 2013 - 08:09 WIB
Penguatan IHSG terbuka meski diwarnai profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berada pada support 4.358-4.383 dan resistance 4.417-4.428.
"Potensi suddenly reversal seperti yang kami sampaikan sebelumnya masih dimungkinkan terjadi, sehingga akan membuat IHSG masih dalam zona merahnya," kata Reza dalam risetnya di Jakarta, Kamis (21/11/2013).
Meskipun terbuka peluang penguatan, lanjut Reza, laju IHSG sempat gagal bertahan minimal dalam target support 4.358-4.383 memberikan gambaran bahwa potensi penguatan lanjutan IHSG masih akan terbatas lantaran masih adanya aksi ambil untung (profit taking).
Sementara laju IHSG pada pergangan kemarin tidak sebaik sehari sebelumnya yang mampu menguat jelang akhir sesi perdagangan. IHSG sedari awal perdagangan terus melaju melemah setelah terimbas penurunan bursa saham Asia.
IHSG sepanjang perdagangan kemarin menyentuh level 4.408,40 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.331,61 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.350,79.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Seperti yang pernah kami katakan dimana setiap adanya kenaikan akan selalu dimanfaatkan untuk aksi jual sehingga penguatan yang sempat terjadi hanya bersifat terbatas dan tidak dapat bertahan lama," ujar dia.
Sementara itu, pelaku pasar juga masih menanggapi negatif penilaian lembaga OECD yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global, termasuk emerging market dan banyaknya komentar negatif terhadap imbas kenaikan BI Rate terhadap dunia usaha.
"Potensi suddenly reversal seperti yang kami sampaikan sebelumnya masih dimungkinkan terjadi, sehingga akan membuat IHSG masih dalam zona merahnya," kata Reza dalam risetnya di Jakarta, Kamis (21/11/2013).
Meskipun terbuka peluang penguatan, lanjut Reza, laju IHSG sempat gagal bertahan minimal dalam target support 4.358-4.383 memberikan gambaran bahwa potensi penguatan lanjutan IHSG masih akan terbatas lantaran masih adanya aksi ambil untung (profit taking).
Sementara laju IHSG pada pergangan kemarin tidak sebaik sehari sebelumnya yang mampu menguat jelang akhir sesi perdagangan. IHSG sedari awal perdagangan terus melaju melemah setelah terimbas penurunan bursa saham Asia.
IHSG sepanjang perdagangan kemarin menyentuh level 4.408,40 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.331,61 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.350,79.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Seperti yang pernah kami katakan dimana setiap adanya kenaikan akan selalu dimanfaatkan untuk aksi jual sehingga penguatan yang sempat terjadi hanya bersifat terbatas dan tidak dapat bertahan lama," ujar dia.
Sementara itu, pelaku pasar juga masih menanggapi negatif penilaian lembaga OECD yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global, termasuk emerging market dan banyaknya komentar negatif terhadap imbas kenaikan BI Rate terhadap dunia usaha.
(rna)
Lihat Juga :