Rupiah dibuka merosot ke Rp11.688/USD

Kamis, 21 November 2013 - 09:30 WIB
Rupiah dibuka merosot...
Rupiah dibuka merosot ke Rp11.688/USD
A A A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi ini dibuka merosot seiring melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan.

Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka pada level Rp11.688/USD atau terdepresiasi 28 poin dibanding penutupan perdagangan Rabu (20/11/2013) di level Rp11.660/USD.

Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini pada level Rp11.658/USD atau melemah 5 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.653/USD.

Sementara data yahoofinance mencatat, mata uang domestik pagi hari ini di level Rp11.655/USD. Posisi ini menguat 3 poin dibanding sore kemarin di level Rp11.658/USD.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap USD akan bergerak pada kisaran Rp11.625-11.585/USD atau tidak jauh berbeda dari rentang sebelumnya, dimana rupiah ditutup melemah pada perdagangan sore kemarin.

"Rupiah di atas target support Rp11.672/USD. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.625-11.585/USD mengacu kurs tengah BI," ujar dia, Kamis (21/11/2013).

Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari kemarin berakhir di level Rp11.631/USD atau terdepresiasi 22 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.609/USD.

Reza menuturkan, laju nilai tukar rupiah kembali tertahan seiring sikap pelaku pasar yang wait and see terhadap hasil dari pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) meskipun sempat mengalami kenaikan sehari sebelumnya.

"Padahal, di sisi lain, laju dari USD sedang berada di bawah dibandingkan nilai tukar euro seiring pernyataan The Fed yang akan tetap mempertahankan suku bunga rendahnya meski stimulus dikurangi," tutur dia.

Rupiah, Reza menjelakan, tampaknya menafik dominasi laju positif sejumlah kurs mata uang regional yang merespon positif berita dari China, dimana nilai yuan-nya mengalami kenaikan seiring langkah The People's Bank of China (PboC) yang akan menguatkan penetapan harian atas nilai yuan dan akan menguraikan rencana atas pelonggaran pengawasan valas.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
33 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved